dr. Reisa: 40% Populasi Indonesia Telah Menerima Vaksin Covid-19

0
33
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan lebih dari 108 juta penduduk Indonesia atau 40 persen dari total populasi Indonesia, telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis lengkap berdasarkan data dari vaksin.kemkes.go.id, pada tanggal 17 Desember 2021.

“Ini adalah pencapaian luar biasa bagi negara kepulauan terbesar di dunia, negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia yang tersebar di 17 ribu pulau lebih,” kata Reisa dalam keterangan persnya pada Jumat, 17 Desember 2021 di Kantor Presiden, Jakarta.

Dalam keterangannya, Reisa mengingatkan kembali beberapa peristiwa penting tentang pencapaian kolektif dan prestasi Indonesia selama tahun 2021.

Reisa mengatakan bahwa tonggak sejarah pengendalian pandemi di Indonesia diawali dengan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 pada tanggal 13 Januari 2021 kepada Presiden Joko Widodo dan beberapa tokoh bangsa, hal tersebut menjadi awal dimulainya kerja besar program vaksinasi Covid-19 yang menyasar lebih dari 208 juta penduduk Indonesia.

“Kini, sudah hampir 150 juta saudara saudari kita sudah mendapatkan minimal vaksin pertama mereka, sedangkan 105 juta lebih diantaranya sudah divaksinasi lengkap dengan dua dosis,” lanjutnya.

Pada bulan Maret 2021, merupakan kali pertama Indonesia menerima kedatangan vaksin COVAX yang diperoleh dari hasil kerjasama multilateral COVAX Facility yang masih berlanjut hingga sekarang.

“Sampai saat ini, Indonesia telah menerima lebih dari sekitar 418 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi dan bahan baku, kedatangan vaksin hampir terjadi setiap hari,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada tanggal 16 Desember 2021, Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin tahap 160 dan 161 dengan jenis Pfizer sebanyak 2.288.520 dosis vaksin melalui hibah dari COVAX Facility.

Terhitung sebanyak tujuh jenis vaksin telah pemerintah sediakan pada tahun 2021, yaitu, Sinovac, Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Janssen.

Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk 11 jenis vaksin Covid-19, yaitu, Sinovac, Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik V, Zifivax, Janssen, Convidecia, dan Covovax.

“Semua upaya bersama ini bertujuan tidak bukan dan tidak lain memberikan vaksin sebanyak mungkin dan secepat mungkin ke semua warga Indonesia yang masuk sasaran,” jelas Reisa.

Kemudian, di bulan Mei 2021, pihak swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berisiniasi memulai skema vaksin gotong royong.

“Hingga saat ini telah memberikan lebih dari 2,4 juta suntikan vaksin kepada sekitar 1,2 juta orang,” sambung Reisa.

Selanjutnya, bulan Juni dan Juli 2021, Indonesia menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 dengan masuknya varian Delta. Pada saat itu, kasus aktif di Indonesia mencapai lebih dari 500 ribu orang berdasarkan data dari Analisis Kasus Satgas Covid-19.

“Kita pernah mencatat kasus konfirmasi harian di atas 50 ribu orang dan orang-orang tersayang tidak dapat kita selamatkan, jumlahnya puluhan ribu orang per hari,” ucap Reisa.

Pemerintah di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, berhasil melalui masa tersebut.

Reisa menjelaskan, keberhasilan tersebut melalui penambahan puluhan ribu tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19, penambahan pasokan tabung oksigen, pemberian lebih dari 300 ribu paket obat gratis kepada pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri, serta keberhasilan Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri dalam memberlakukan PPKM level sesuai prosedur.

Reisa juga mengutarakan bahwa Indonesia memperoleh banyak pujian dunia, diantaranya dari World Bank dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. World Bank menyebutkan bahwa “The Power of Partnership” atau gotong royong di Indonesia yang menyebabkan semua yang dianggap mustahil bisa menjadi kenyataan.

“Kita telah mempertontonkan kepada dunia, arti nyata dari peribahasa, berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, dr. Reisa menyatakan optimisme bahwa tahun 2022 merupakan tahun terakhir pandemi Covid-19.

“Bahwa hanya dengan bersama, kita bisa akhiri pandemi ini, untuk Indonesia, kita pasti bisa,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here