BEI: Rilis Perubahan Peraturan No.IA yang Dorong Minat Unicorn Indonesia

0
91

(Vibizmedia – IDX Stocks) – PT Bursa Efek Indonesia akhirnya merilis perubahan peraturan nomor I-A yang menyesuaikan persyaratan bagi emiten untuk tercatat di papan utama.

Hal ini memungkinkan emiten seperti PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ataupun perusahaan teknologi kelompok startup lain untuk pindah kelas dari papan pengembangan ke papan utama. Bahkan, peraturan ini juga berpotensi menarik minat unicorn Indonesia seperti GoTo untuk mencatatkan saham di BEI.

BEI menerbitkan surat keputusan direksi Nomor Kep-00101/BEI/12-2021 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (Peraturan I-A Tahun 2021) pada Rabu (22/12/2021) sekaligus akan berlaku pada hari yang sama.

Perubahan pada Peraturan I-A Tahun 2021 ini antara lain mencakup pengembangan persyaratan pencatatan bagi papan utama dan pengembangan dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan investor.

Perusahaan kini memiliki opsi lebih luas untuk dapat tercatat di Bursa selain menggunakan persyaratan Net Tangible Asset (NTA), terdapat beberapa pilihan persyaratan seperti akumulasi laba sebelum pajak, pendapatan usaha, total aset, atau akumulasi arus kas dari aktivitas operasi yang masing-masing dikombinasikan dengan nilai kapitalisasi pasar tertentu.

“Adanya beragam pilihan persyaratan pencatatan ini juga dimaksudkan agar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perusahaan baik perusahaan konvensional maupun perusahaan dengan karakteristik new economy untuk dapat memanfaatkan keberadaan pasar modal,” tulis BEI dalam keterangan resmi, Rabu (22/12/2021).

Selain itu, perubahan peraturan I-A juga terkait ketentuan perpindahan papan dari papan utama ke papan pengembangan yang berlaku sejak 2 Mei 2022. Adapun, dalam rangka menjaga kualitas dari perusahaan tercatat, Bursa menyesuaikan persyaratan untuk dapat tetap tercatat di papan utama, sebagai berikut
a. Persyaratan yang berlaku sejak 2 Mei 2022, yaitu:
Tidak membukukan ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir. Pemenuhan salah satu kriteria rasio harga terhadap laba per saham atau rasio harga terhadap nilai buku, atau nilai kapitalisasi saham Tidak mendapatkan sanksi peringatan tertulis III dari Bursa selama 1 tahun terakhir
b. Persyaratan yang berlaku sejak 21 Desember 2023, yaitu,
pemenuhan kriteria sebagai berikut: Jumlah pemegang saham lebih dari 750 Nasabah pemilik SID, Ketentuan saham free float Laporan Keuangan Auditan tahunan memperoleh opini tanpa modifikasian selama 2 tahun buku terakhir secara berturut-turut.
c. Persyaratan yang berlaku sejak tanggal 2 Mei 2025, yaitu pemenuhan salah satu kriteria sebagai berikut: Tidak membukukan rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut Membukukan laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate) atas pendapatan usaha paling sedikit 20 persen selama 3 tahun.

Selanjutnya dalam Surat Keputusan Direksi BEI ini, ditetapkan pula beberapa hal yang meliputi: Tidak mengenakan sanksi bagi Perusahaan Tercatat terkait pemenuhan persyaratan jumlah Saham Free Float dan jumlah pemegang saham dalam jangka waktu relaksasi selama 2 tahun sejak diberlakukan Peraturan I-A Tahun 2021.

Evaluasi bagi Calon Perusahaan Tercatat yang permohonan Pencatatannya diterima sebelum tanggal diberlakukannya Peraturan I-A Tahun 2021, akan menggunakan ketentuan dan persyaratan yang diatur dalam Peraturan I-A Tahun 2018.

Dengan diberlakukannya Peraturan I-A Tahun 2021 ini, maka Peraturan I-A Tahun 2018, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pada saat Peraturan I-A Tahun 2021 ini diberlakukan, ketentuan pelaksanaan dari Peraturan Nomor I-A Tahun 2018 dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan yang baru diterbitkan yaitu Peraturan I-A Tahun 2021.

Menurut BEI, perubahan peraturan ini diharapkan dapat memperluas akses pendanaan di pasar modal, mendorong lebih banyak penerbit efek bersifat ekuitas, dan meningkatkan perlindungan investor.

“Perubahan peraturan juga akan memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor, serta memajukan pasar modal Indonesia khususnya dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here