Review Pasar Mingguan Kopi, Gula, dan Kakao Januari 2022

0
160

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar diakhir minggu pertama Januari 2022  hari Jumat 07 Januari 2022, harga soft commodities mixed , dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 3 minggu karena persediaan kopi global turun dan harga kopi Robusta naik Harga gula turun ke harga terendah 5 bulan karena hujan turun di Brazil dan harga kakao meningkat tajam karena optimisme peningkatan permintaan coklat meningkat.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik, dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 3 minggu karena kekhawatiran akan turunnya persediaan kopi global. Pada hari Kamis ICO melaporkan ekspor kopi global turun 12.4% dari tahun lalu menjadi 9.246 juta kantong. Brazilian Trade Ministry melaporkan ekspor kopi Brazil di Desember turun 8.7% dari bulan lalu dan 37.2% dari tahun lalu menjadi 160,000 MT.

Harga gula melanjutkan penurunan mingguan, dengan harga gula di New York turun ke harga terendah 5 bulan dan harga gula di London turun ke harga terendah 5 minggu. Hujan turun di Brazil Selatan dan Pusat sehingga menyuburkan tanaman tebu dan membuat hasilnya diperkirakan meningkat. Kenaikan produksi gula dari India dari 1 Oktober –31 Desember naik 4.3% dari tahun lalu menjadi 11.56 MMT.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat meningkat tajam naik dari harga terendah 1 bulan pada hari Kamis, karena bukti-bukti menunjukan varian omicron dapat diatasi karena gejalanya ringan sehingga penerbangan ke luar negeri dapat berjalan kembali sehingga membuat permintaan kakao meningkat.

Adapun penggerak pasar pada seminggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Maret di ICE New York naik $6.75 (2.91%) menjadi $238.45 dan harga kopi Robusta Maret naik 0.39%.

Faktor Penggerak Harga Kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 26 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi surplus 2.39 juta kantong dari surplus 4.85 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO total ekspor kopi global dari Oktober sampai September) 2020/21 naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong dari rekor 45.67 juta kantong di 2020/21 menurut FAS (Foreign Agriculture Service) USDA
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun menjadi sebesar 31.4 juta kantong turun 36% dari 48.8 juta kantong di 2020 menurut CONAB
  • Perkiraan hasil panen kopi 2021/22 di Colombia 13.8 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14.1 juta kantong menurut USDA Foreign Agricultural
  • Perkiraan produksi kopi Colombia di 2020/21 diturunkan menjadi sebesar 13.4 juta kantong dari 14.3 juta kantong karena gangguan rantai pasokan dan hasil berkurang karena cuaca buruk
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di 2021 turun 2.7% dari tahun lalu menjadi 1. 52 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $227, berikut ke $223 sedangkan resistant pertama di $ 242 dan berikut ke $ 248.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York turun 14 sen (0.77%) menjadi $18.05 dan harga gula Maret di ICE London turun 0.06%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.08% dari tahun lalu menjadi 170.47 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit -2.55 MMT dari –2.02 MMT di 2020/21 menurut ISO
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 akan naik 32% dari tahun lalu 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Produksi gula India dari 1 Oktober – 31 Desember naik 4.3% dari than lalu menjadi 11.556 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.
  • Perkiraan ekspor gula Thailand di 2021/22 naik 67% dari tahun lalu menjadi 6.7 MMT menurut Czarnikow

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 18.00 an berikut ke $ 17.50 sedangkan resistant pertama di $ 18.50 dan berikut ke $ 19.10

KAKAO
Harga kakao Maret di ICE New York naik $98 (4.04%) menjadi $2,521 per ton dan harga kakao di ICE London naik 3.15%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4.1% dari tahun lalu menjadi 4.91 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 212,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 2 Januari sebesar 1.11 MMT turun 5.9 % dari tahun lalu pada periode yang sama
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,420 dan berikut ke $2, 370 sedangkan resistant pertama di $2,530 dan berikut ke $2,570

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here