Program Rehabilitasi Mangrove, Andalan KKP Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi

0
358
Program Rehabilitasi Mangrove KKP (Foto: Kemkominfo)

(Vibizmedia – Nasional) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan kegiatan rehabilitasi pesisir di sejumlah wilayah Indonesia.

Hal ini merupakan dukungan terhadap rehabilitasi kawasan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir. Tidak hanya penanaman mangrove, KKP juga akan lakukan kegiatan restorasi dan beberapa kegiatan lainnya untuk keberlanjutan ekosistem.

Program penanaman mangrove dilakukan selaras dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan pentingnya ruang laut sebagai tempat penghidupan, sumber bahan pangan, aktualisasi budaya, dan penopang perekonomian bangsa.

Tahun 2021 KKP telah melaksanakan penanaman mangrove yang tersebar di 36 Kabupaten/Kota dengan total luas area tanam 1.371,6 hektare dengan upah padat karya Rp6.530.441,00. Lalu memasuki tahun 2022, program rehabilitasi kawasan bukan hanya dalam bentuk penanaman mangrove saja, namun juga restorasi dan pengembangan ekosistem pesisir, serta pelatihan dan bantuan sarana dan prasarana pengolahan produk turunan mangrove yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan keberlanjutan ekosistem.

“KKP berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir seperti mangrove, sehingga rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir Indonesia menjadi salah satu upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. Dari sisi ekonomi, mangrove juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis edukasi bagi masyarakat,” ujar Pamuji Lestari, Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Minggu (16/1/2022).

Ekosistem mangrove berperan penting bagi wilayah pesisir, yakni sebagai penyimpan karbon terbesar. Memang saat ini kerusakan mangrove cukup tinggi dan 42 persen CO2 berasal dari kerusakan mangrove. Jadi KKP fokus melakukan restorasi pada kawasan yang memiliki kerusakan tinggi dan menjadikan mangrove sebagai tempat edukasi.

Sebagian besar wilayah pesisir dan laut berada dalam kondisi terdegradasi karena pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan serta konversi lahan menjadi peruntukan yang baru. Berbagai aktivitas di wilayah darat maupun aktivitas di laut juga menyebabkan menurunnya kondisi ekosistem mangrove.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here