Review Mingguan Pasar Kopi, Gula dan Kakao

0
148

(Vibizmedia – Commodity) – Pasar komoditas komoditas kopi, kakao dan gula mengakhiri minggu ini dengan hampir semua mencapai rekor kecuali kopi Robusta, yang paling bagus pada minggu ini adalah kakao harganya naik sepanjang minggu karena permintaan yang meningkat, kalau harga gula mengikuti kenaikan harga minyak mentah. Pergerakan harga kopi, kakao dan gula di pasar Internasional berdasarkan harga-harga di pasar berjangka, yang pergerakannya dipengaruhi oleh pergerakan di negara-negara penghasil.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun dengan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 ½ bulan. Harga kopi Arabika naik karena persediaan yang diawasi ICE turun ke jumlah terendah satu tahun pada hari Kamis Harga kopi Robusta turun karena produksi Vietnam di Desember naik 57.6% dari bulan lalu ke 169,349 MT.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik karena mengikuti kenaikan harga minyak mentah yang naik ke harga tertinggi 2 bulan pada hari Kamis. Produksi gula di bulan Desember turun 16.14% dari tahun lalu.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat melanjutkan kenaikan dengan harga kakao di New York naik ke harga tertinggi 3 bulan dan harga kakao di London naik ke harga tertinggi 2 ¾ bulan . Permintaan kakao digiling di Asia pada Q4 naik 6.3% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Maret di ICE New York naik $2.65 (1.12%) menjadi $239.65 dan harga kopi Robusta Maret di ICE London turun 0.40%.

Faktor Penggerak Harga Kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167. 26 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi surplus 2.41 juta kantong dari surplus 4.93 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO total ekspor kopi global dari Oktober sampai September) 2020/21 naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Ceecafe,
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun menjadi sebesar 31.4 juta kantong turun 36% dari 48.8 juta kantong di 2020 menurut CONAB
  • Perkiraan hasil panen kopi 2021/22 di Colombia 13.8 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14.1 juta kantong menurut USDA Foreign Agricultural
  • Perkiraan produksi kopi Colombia di 2020/21 diturunkan menjadi sebesar 13.4 juta kantong dari 14.3 juta kantong karena gangguan rantai pasokan dan hasil berkurang karena cuaca buruk
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di 2021 turun 0,2% dari tahun lalu menjadi 1. 61 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office , karena mahalnya biaya pengiriman dan kekurangan container untuk pengiriman membuat ekspor kopi Vietnam turun.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $232, berikut ke $227 sedangkan resistant pertama di $ 245 dan berikut ke $ 252.

GULA
Harga gula Maret di ICE New York naik 22 sen (1.22%) menjadi $18.31 dan harga gula Maret di ICE London naik 1.07%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.08% dari tahun lalu menjadi 170.47 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit -2.55 MMT dari –2.02 MMT di 2020/21 menurut ISO
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 akan naik 32% dari tahun lalu 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Produksi gula India dari 1 Oktober – 31 Desember naik 4.3% dari than lalu menjadi 11.56 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand 2021/22 dari 7 Desember – 6 Januari perkirakan naik 58% dari tahun lalu menjadi 1.9 MMT menurut the Thailand Office of Cane and Sugar Board.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 17.60 an berikut ke $ 17.20 sedangkan resistant pertama di $ 18.50 dan berikut ke $ 19.10

KAKAO
Harga kakao Maret di ICE New York naik $50 (1.92%) menjadi $2,659 per ton, dan harga kakao Maret di ICE London naik 2.31%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4.1% dari tahun lalu menjadi 4.91 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 212,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 9Januari sebesar 1.21 MMT turun 4.7 % dari tahun lalu pada periode yang sama
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,550 dan berikut ke $2, 480 sedangkan resistant pertama di $2,630 dan berikut ke $2,670

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here