PUPR Mendapat Apresiasi Percepatan Pembangunan dan Penyediaan Infrastruktur

0
349
Menko Perekonomian Apresiasi Percepatan Pembangunan dan Penyediaan Infrastruktur (Foto: Humas Ekon Kemenkeu)

(Vibizmedia – Ekonomi Bisnis) Perekonomian Indonesia ditargetkan masuk dalam kategori Upper-Middle Income pada 2025. Mendukung hal tersebut, dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), dilakukan upaya peningkatan daya saing perekonomian melalui reformasi structural. Hal ini mencakup perbaikan iklim investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur khususnya Proyek Strategis Nasional. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kemampuan dalam pengembangan ekonomi berbasis riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Tahun 2022 merupakan tahun kunci sebab merupakan tahun titik awal pemulihan ekonomi pascapandemi, dan peningkatan daya saing perekonomian, yang sempat terkoreksi beberapa waktu lalu akibat pandemi COVID-19. Berbagai upaya seperti kualitas perencanaan, pelaksanaan pembangunan, serta operasi dan pemeliharaan dari infrastruktur juga ditingkatkan, agar tercipta “value for money” dari proses penyediaan infrastruktur yang dilakukan.

Dampak dari pembangunan infrastruktur diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat seperti dalam kegiatan pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan akses konektivitas dan mobilitas, peningkatan infrastruktur energi dan pangan, serta pemerataan dan penerapan infrastruktur teknologi dan komunikasi.

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Menteri PUPR beserta seluruh jajarannya, atas kerja kerasnya, komitmen dan kerjasama selama ini, yang terus berjuang dan fokus dalam melakukan percepatan pembangunan dan penyediaan infrastruktur di Indonesia, guna mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (24/1/2022).

Dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2 persen, peran pembangunan infrastruktur sangat penting sebagai salah satu roda penggerak perekonomian nasional. Selain itu, infrastruktur juga memiliki peran penting dalam mengungkit indeks persepsi dunia (usaha) terhadap penentuan lokasi investasi yang tepat, yang secara kuantitatif dituangkan dalam peringkat indeks kemudahan berusaha (EoDB)

“Dalam rangka mewujudkan transformasi perekonomian dan EoDB kami berharap terjadinya peningkatan infrastruktur nasional yang sebesar 49,4 persen terhadap PDB pada akhir 2024, hal ini tentu dicapai dengan Proyek Strategis Nasional,” ujar Menko Airlangga.

Berbagai upaya peningkatan kualitas SDM lokal yang terkait dengan  infrastruktur seperti  kesempatan mempekerjakan kemampuan-kemampuan dalam negeri, insinyur dalam negeri, dan kontraktor dalam negeri, juga ditingkatkan.

“Kolaborasi dan sinergi merupakan kunci agar kita dapat terus saling bekerjasama, dalam mencari solusi atas sumber-sumber pendanaan yang kreatif, agar dapat mengurangi beban ketergantungan kita kepada APBN, salah satunya seperti yang dilakukan melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah terbangun (asset recycling),” pungkas Menko Airlangga.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here