Teknologi 3D Printing PUPR untuk Bangun Rumah Khusus

0
378
Ilustrasi, aktivitas pekerja konstruksi Kementerian PUPR melakukan uji teknologi 3D Printing di sektor perumahan (Dok. Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Pada era industri 4.0. yang perkembangannya sangat melaju dan berpengaruh pada semua lini, membuat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga melakukan berbagai inovasi. Perkembangan terutama di era industri 4.0. adalah adanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

Bagi dunia konstruksi, khususnya bidang jasa konstruksi, perkembangan teknologi terjadi dengan  hadirnya teknologi 3D Printing. Keterangan tertulis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (23/1/2022), menyebutkan bahwa Kementerian PUPR aktif memanfaatkannya. Salah satunya adalah 3D Printing untuk pembangunan rumah.

“Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat. Industri 4.0 hanya instrumen, justru dibelakangnya harus ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, Direktorat Jenderal Perumahan pada 2022 akan menerapkan pembangunan rumah khusus (Rusus), dengan metode digital guna menjawab tantangan teknologi Industri 4.0.

“Di 2021 Kementerian PUPR bersama mitra terkait, telah menguji coba pembangunan uji coba 3D Printing Rumah Tapak di Yogyakarta, 12-31 Januari 2021, dan pada 2022 ini akan diterapkan dalam pembangunan rumah khusus,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, Sabtu (22/1/2022).

Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk lakukan pembangunan SDM, pembangunan insfrastruktur, penyederhaan regulasi, birokrasi, dan transformasi ekonomi. Hal ini juga sesuai arahan Menteri PUPR bahwa Kementerian PUPR akan melakukan terobosan dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Serta mendorong pengembangan skema pembiayaan kreatif, pengembangan SDM, penyelesaian tugas khusus, dan dukungan terhadap mitigasi bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Iwan.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dalam penyelenggaraan program pembangunan infrastruktur 2020-2024 pada sektor perumahan menargetkan pembangunan 51.340unit rumah susun, 10.000 unit rumah khusus, 813.660 unit rumah swadaya, 262.345 unit PSU perumahan.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Perumahan akan mengevaluasi bahwa pembangunan perumahan tidak hanya satu juta rumah namun bisa melebihi yakni sekitar 1,5 hingga 2 juta rumah per tahun.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here