Hadapi Cuaca Ekstrem, Mensos Ingatkan Masyarakat Siaga Mandiri dan Peka Indikasi Bencana

0
341
Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau lokasi bencana longsor di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Selasa, 25 Januari 2022. FOTO: KEMENSOS

(Vibizmedia-Nasional) Untuk meminimalisasi dampak, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengingatkan kepada semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi.

Risma mengajak agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan secara mandiri. Termasuk dalam hal ini, kepekaan dan kecepatan dalam merespon indikasi terjadinya bencana.

Kemudian, dirinya menghimbau kepada pemerintah daerah termasuk di Kota Semarang, agar melakukan pemetaan daerah rawan bencana. Dua hal tersebut dipandang penting untuk menyikapi fenomena global warming yang memicu cuaca ekstrem.

“Pemanasan global membuat semua wilayah bisa berpotensi bencana. Sebelumnya saya ke Kabupaten Pekalongan, longsor terjadi di kawasan hutan lindung. Jadi kepada masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana agar bisa melakukan langkah mitigasi secara mandiri,” kata Risma saat meninjau lokasi bencana longsor di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Selasa, 25 Januari 2022.

Oleh karena itu, Risma meminta masyarakat dimanapun berada untuk tidak terlena. Mensos mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang telah melakukan pemetaan wilayah bencana. Untuk kemungkinan dilakukan relokasi hunian, Mensos menyerahkan kebijakan tersebut kepada Pemkot Semarang. Untuk perbaikan rumah warga yang rusak, Kemensos bersikap membantu Pemkot dari belakang, karena pemkot memiliki anggaran untuk itu.

Dalam kesempatan tersebut, Risma menyerahkan santunan ahli waris satu orang korban meninggal sebesar Rp15 juta, serta masing-masing Rp5 juta bagi korban luka. Bersama Walikota Hendrar Prihadi, Risma langsung menuju kediaman korban meninggal akibat longsor. Kepada ahli waris, Indah, Mensos memeluk dan memberikan motivasi. “Yang sabar ya. Ini ada sedikit bantuan untuk keperluan keluarga,” kata Mensos.

Kementerian Sosial juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa tenda gulung 100 lembar, selimut 200 lembar, kasur 200 lembar, makanan Anak 240 paket, dan makanan siap saji sebanyak 400 paket dengan nilai total Rp168.982.400.

Seperti diketahui, bencana tanah longsor terjadi di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menimpa tiga rumah, serta menelan satu korban jiwa pada 19 Januari 2022. Sementara di Kabupaten Pekalongan Risma memberikan bantuan berupa paket logistik bencana, paket sembako, dan perlengkapan kebersihan dengan total nilai Rp403.116.169.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here