Mengenal Indeks Tematik Bursa Efek Indonesia

0
358

(Vibizmedia – Kolom) Selain indeks headline dan indeks sektoral, Bursa Efek Indonesia juga menghitung indeks menurut tema tertentu yang berkaitan dengan isu perekonomian di Indonesia dalam kelompok Indeks Tematik. Bursa Efek Indonesia merilis tiga indeks tematik diantaranya Indeks ESG (Environmental, Social, Governance), Indeks Syariah, dan Indeks Lainnya.

ESG (Environmental, Social, Governance)

Indeks ESG (Environmental, Social, Governance) merupakan indeks yang mengukur kinerja pergerakan harga saham perusahaan atau emiten yang memiliki kegiatan pada sektor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST). Indeks yang termasuk kedalam kelompok ESG (Environmental, Social, Governance) adalah IDXESGL dan SRI-KEHATI. Indeks IDXESGL dirilis untuk mengukur kinerja harga dari saham perusahaan yang tidak terlibat pada kontoversi lingkungan secara signifikan dan memiliki penilaian lingkungan, sosial dan tata Kelola yang baik dari Sustainalytics serta memiliki transaksi serta kinerja keuangan yang baik. Sementara itu indeks SRI (Sustainable and Responsible Investment)– KEHATI dirilis untuk mengukur kinerja harga saham dari 25 perusahaan tercatat dengan kinerja baik, mendorong usaha berkelanjutan, memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik. Indeks SRI-KEHATI dirilis sejak tahun 2009, sedangkan indeks ESGL dirilis pada tahun 2020. Dengan membandingkan kondisi tahun 2015 dan 2020 disaat Bursa Saham mengalami penurunan IHSG terbesar, harga saham perusahaan yang termasuk dalam kelompok ESG menunjukan harga saham yang sama pada nilai 230.

Indeks Kelompok Perusahaan Sektor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI –BPS

Syariah (Sharia)

Indeks Sharia merupakan salah satu indeks tematik yang dirilis Bursa Efek Indonesia untuk mengukur kinerja pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria Syariah menurut Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Otoritas Jasa Keungan (OJK). Indeks Syariah yang pertama kali dirilis oleh BEI adalah Jakarta Islamic Index (JII) pada tahun 2000. Selain Jakarta Islamic Index (JII), BEI juga merilis Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di tahun 2011 dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70) di tahun 2018.

Indeks Syariah Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI – BPS

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham Syariah yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan. Sedangkan Indeks JII 30 dan 70 dirilis untuk mengukur kinerja pergerakan harga saham Syariah yang memiliki kinerja keuangan dan likuiditas transaksi pada kelompok perusahaan 30 tertinggi dan 70 tertinggi. Dengan membandingkan pergerakan harga saham pada ketiga indeks, perusahaan pada kelompok 30 perusahaan Syariah dengan likuiditas tertinggi mengalami kontraksi pada masa pandemi hingga di level harga 394, dan lebih rendah dibandingkan pada tahun 2015.

Lainnya (Others)

Indeks tematik lainnya merupakan indeks yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia untuk mengukur kinerja pergerakan harga saham menurut kualitas kinerja financial perusahaan tercatat pada bursa saham. Indeks tematik lainnya yang dirilis meliputi Indeks BUMN20 dan Indeks Pefindo I-Grade. Indeks BUMN20 dirilis pada tahun 2018 untuk mengukur kinerja pergerakan harga saham dari 20 saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta afiliasinya yang tercatat pada bursa saham. Sedangkan indeks Pefindo I-Grade mengukur kinerja harga dari 30 saham perusahaan tercatat yang memiliki peringkat investment grade dari PEFINDO (idAAA hingga idBBB-) dengan nilai kapitalisasi pasar paling besar. Indeks PEFINDO i-Grade dalam rilis dan pengelolaannya berkerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Indeks Tematik Lainnya Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI – BPS

Pada periode awal pandemi di tahun 2020 kinerja pergerakan harga saham antara indeks bumn20 dan pefindo I-Grade menunjukkan pola yang sama untuk harga per lembar saham 101 untuk kelompok perusahaan menurut Pefindo I-Grade. Selain isu covid-19 adanya sentiment negatif kerugian yang dialami BUMN Indonesia juga mengakibatkan kontraksi harga saham BUMN di awal pandemi.

Indeks Factor

Indeks Faktor merupakan indeks yang digunakan untuk menghitung kinerja pergerakan harga saham-saham menurut faktor-faktor pendukung keputusan investasi yang meliputi ukuran perusahaan, valuasi perusahaan, momentum bursa saham, volatilitas harga saham, fundamental perusahaan, dan dividen. Untuk dapat menggambarkan faktor pendukung keputusan investasi indeks factor dapat dibentuk menjadi indeks size, indeks growth/value, indeks deviden, dan indeks quality.

Indeks Size

Indeks Size merupakan sub klasifikasi indeks berdasarkan besaran ukuran tertentu dari perusahaan tercatat seperti kapitalisasi pasar, nilai aset, dan sebagainya. Indeks yang termasuk dalam klasifikasi size diantaranya indeks SMC Composite, Indeks SMC Liquid dan PEFINDO25. Indeks SMC Composite pertama kali dirilis pada tahun 2017 bersamaan dengan indeks SMC Liquid, sedangkan indeks PEFINDO25 dirilis pada tahun 2009. Indeks SMC Composite digunakan untuk mengukur kinerja harga dari saham- saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah. Indeks SMC Liquid untuk mengukur kinerja harga dari saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar kecil dan menengah. Sedangkan indeks PEFINDO25 digunakan untuk mengukur kinerja harga saham dari 25 perusahaan tercatat baik perusahaan kecil dan menengah dengan kinerja keuangan yang baik serta likuiditas transaksi yang tinggi. Indeks PEFINDO25 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Kelompok Indeks Size Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI – BPS

Selama periode 2018 hingga 2021, ketiga indeks pada kelompok indeks size pada Bursa Efek Indonesia memiliki pola yang sama dengan kontraksi turunnya harga saham dan harga terendah pada saat pandemi berada pada nilai 157 per lembar saham untuk indeks SMC Liquid.

Growth/Value

Indeks factor menurut kelompok growth atau value merupakan sub klasifikasi indeks yang mengelompokkan indeks berdasarkan valuasi relative (growth/value). Indeks yang termasuk dalam kelompok growth/value adalah indeks growth 30 dan indeks value 30 yang dirilis pada 12 Agustus 2019. Indeks growth 30 merupakan Indeks yang mengukur kinerja pergerakan harga saham dari 30 saham yang memiliki tren harga relatif terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. Sedangkan indeks value 30 merupakan Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham dengan valuasi harga yang rendah dan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

Kelompok Indeks Growth Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI – BPS

Pergerakan indeks harga menurut kelompok growth berpola hampir sama dengan harga terendah 68 per lembar saham akibat pandemi covid-19.

Dividen

Indeks deviden merupakan indeks yang menggambarkan pergerakan harga saham perusahaan berdasarkan dividen yang dibagikan. BEI merilis indeks HIDIV20 untuk mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividen yield yang tinggi.Indeks ini pertama kali dirilis pada 17 Mei 2018. Pada gambar 11 dapat dilihat pergerakan harga saham untuk perusahaan yang membagikan devide selama tiga tahun terakhir.

Kelompok Indeks Deviden Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI – BPS

Pada awal pandemi perusahaan yang termasuk ke dalam kelompok indeks deviden mengalami kontraksi harga saham terendah hingga pada nilai 287 per lembar saham.

Quality

Indeks Quality merupakan sub klasifikasi indeks yang mengelompokkan indeks menurut kualitas kinerja finansial perusahaan tercatat. Indeks Quality pertama kali dirilis oleh BEI pada 10 Agustus 2020 dengan kode indeks IDXQ30. Indeks kualitas 30 mengukur kinerja pergerakan harga saham dari 30 saham milik perusahaan yang relatif memiliki profitabilitas tinggi, solvabilitas baik, dan pertumbuhan laba stabil dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. Selama periode pandemi covid-19 indeks ini dapat menggambarkan pergerakan harga perusahaan tersebut, dan memiliki nilai terendah sebesar 118 per lembar saham pada bulan Oktober 2020.

Kelompok Indeks Quality Bursa Efek Indonesia 2015-2021

Sumber : BEI – BPS

Indeks saham oleh BEI yang terdiri dari empat bagian diantaranya Indeks headline, Indeks sektor, indeks tematik dan indeks faktor. Setiap bagian indeks saham yang dirilis oleh BEI memiliki tahun dasar penghitungan yang berbeda. Namun keempatnya saling melengkapi saat diperlukan analisa untuk mengambil keputusan investasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here