Segera Beredar Minyak Goreng Eceran Harga Rp11.500 Perliter

0
296
Ilustrasi Minyak Goreng (Foto: Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi hari ini, Kamis (3/2/2022), melakukan kunjungan kerja ke Pasar Kramat Jati, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Mendag mengatakan bahwa paling lambat empat hari mendatang, implementasi harga minyak goreng yang sesuai dengan peraturan pemerintah segera diterapkan secara efektif.

Ini berlaku baik bagi pedagang ritel maupun para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melakukan aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Peraturan pemerintah yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 tahun 2022 yang mengatur harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng diatur dengan rincian minyak goreng curah sebesar Rp11.500 perliter, kemasan sederhana Rp13.500 perliter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000 perliter.

Menurut pengamatan Mendag, para pedagang ritel sudah sepenuhnya menerapkan kebijakan harga itu ketika menjual komoditas minyak goreng di kios yang dimilikinya dalam beberapa waktu belakangan. Tepatnya, semenjak 1 Februari 2022 para pedagang ritel modern yang tergabung dalam asosiasi tersebut mengimplementasikan kebijakan satu harga HET itu.

Sedangkan, pelaku UMKM yang melakukan aktivitas perdagangan di pasar tradisional saat ini tengah melakukan proses mencampur atau blending minyak goreng dari beragam harga. Tindakan itu memang memerlukan waktu proses beberapa hari ke depan, untuk menyesuaikan harga minyak goreng dari beragam harga yang mengikuti aturan dari pemerintah.

“Masih proses blending, jadi harga minyak goreng di pasar tradisional masih ada yang beragam harga,” kata Menteri Lutfi.

Mendag berharap, dalam beberapa hari ke depan, harga komoditas minyak goreng dapat berada sesuai dengan aturan pemerintah. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati harga minyak goreng yang terjangkau di berbagai fasilitas baik di pasar tradisional maupun juga di ritel modern yang tersebar di pelosok tanah air dalam beberapa waktu ke depan.

Seperti kita ketahui bersama, dalam menekan harga minyak goreng yang terjangkau Kemendag juga menerapkan kebijakan domestic market obligation (DMO), dan domestic price obligation (DPO) pada Kamis (27/1/2022).

Kebijakan DMO, mewajibkan seluruh produsen minyak goreng yang akan melakukan ekspor memberikan 20 persen volumenya untuk kebutuhan nasional. Sehingga, harga komoditas itu dapat senantiasa terjangkau di masa mendatang.

Kemudian, pada kebijakan DPO, pemerintah menetapkan harga crude palm oil (CPO) dengan harga dikisaran Rp9.300 perkilogram, dan menetapkan harga olein dengan harga dikisaran Rp10.300 perliter. Harga itu sudah termasuk dengan PPN.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here