Tinjau Bandara Pangsuma, Menhub Pastikan Konektivitas di Wilayah Perbatasan

0
244
Menhub Budi Karya Sumadi Tinjau Bandara Pangsuma di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Foto: Kemenhub)

(Vibizmedia – Nasional) Kawasan perbatasan negara atau kawasan pinggiran Indonesia, mendapat perhatian khusus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga saat ini Kemenhub terus melakukan pengembangan dan pembangunan konektivitas transportasi di kawasan perbatasan negara atau pinggiran tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan hal ini ketika meninjau Bandara Pangsuma di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Tempat-tempat perbatasan atau pinggiran menjadi konsentrasi dilakukannya pembangunan untuk memastikan konektivitas dalam rangka mempersatukan Indonesia.

“Sebagaimana arahan Presiden bahwa konsep pembangunan kita adalah Indonesia Sentris, yaitu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menhub melalui keterangan yang diperoleh Selasa (22/2/2022).

Inilah alasan Menhub memastikan pengembangan Bandara Pangsuma di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan pengembangan Bandara Pangsuma, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan penerbangan. Serta untuk mendongkrak perekonomian di wilayah Putussibau dan sekitarnya, yang merupakan salah satu daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP),” jelasnya.

Bandara Pangsuma memiliki landas pacu (runway) sepanjang 1.800 m x30 m yang dapat didarati pesawat sejenis ATR-72, dan terminal penumpang seluas 1.020 m2. Pembangunan dilakukan sejak 2014 hingga 2019 dengan total biaya sekitar Rp48 miliar. Pada 2021, kembali dilakukan sejumlah pengembangan yaitu pelapisan runway, taxiway, apron, dan standarisasi runway strip.

Di sisi udara, rencana pengembangan yang akan dilakukan diantaranya: perpanjangan runway menjadi 2.050 x 45 m, penambahan apron, taxiway, penambahan drainase, serta pemenuhan strip dan runway end safety area (RESA) di ujung runway. Kemudian di sisi darat yaitu pembangunan terminal penumpang baru.

Sebagai informasi, data tahun 2018, pergerakan penumpang sempat mencapai 100 ribu lebih penumpang per tahun. Namun, sejak pandemi mengalami penurunan cukup signifikan. Operasional penerbangan dari dan ke Putussibau sendiri saat ini tersedia empat kali penerbangan dalam seminggu dengan rute Pontianak-Putussibau-Pontianak, hanya dilayani maskapai Wings Air. Sebelum pandemi, bandara ini sempat dilayani oleh dua maskapai lainnya yaitu Nam Air dan Citilink.

Dengan perbaikan yang dilakukan, diproyeksikan, bandara ini akan terus mengalami pertumbuhan penumpang. Pada 2026, diproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 160 ribu lebih penumpang per tahunnya.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani