Bendungan Irigasi, Dukung Siklus Produksi dan Lumbung Pangan

0
584
Jaringan irigasi yang dibangun Kementerian PUPR (Dok. Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah dalam mendukung penyediaan pangan, giat membangun bendungan. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tercatat sebanyak 205 bendungan di Indonesia yang tersebar di 16 provinsi. Keberadaan bendungan itu dinilai sangat penting untuk penyediaan air irigasi agar tepat waktu tanam. Tanpa prasarana bendungan, jaringan irigasi, maka air irigasinya tidak akan bisa diatur dan diukur.

“Air itu menurut kami sangat rentan pada climate change. Itulah tugas kami, membangun bendungan, untuk menyediakan air di lahan irigasi,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Keberadaan bendungan irigasi bukan hanya dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi, tetapi juga kesejahteraan petani. Bilamana siklus produksi meningkat maka produksi padi pun dipastikan akan bertambah. Ujungnya ketahanan pangan pun akan meningkat. Bahkan, pada saatnya nanti, Indonesia bisa berswasembada beras. Bahkan bukan tidak mungkin untuk ekspor beras.

Saat ini, Indonesia ada di urutan nomor 4 dengan tingkat produksi beras sekitar 35,35 juta ton atau sekitar 7,03 persen dari total produksi dunia 503,17 juta ton.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS yang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), didukung oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pada 2020, luas panen padi diperkirakan sebesar 10,66 juta hektar atau mengalami penurunan sebanyak 20,61 ribu hektar (0,19 persen) dibandingkan 2019 (data Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2020 yang dirilis BPS 12 Juli 2021).

Sementara itu, berdasar Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 399 Tahun 2018 tertanggal 8 Oktober 2018, total luas lahan baku sawah nasional sekitar 7,11 juta ha. Dari luas bahan baku sawah irigasi tersebut, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, baru sekitar 11 persen yang mendapat pasokan air irigasi dari bendungan.

Minimnya pasokan air irigasi itulah, yang mendorong Pemerintah di tahun 2015 mencanangkan tambahan 65 bendungan. Hingga 2021, 15 bendungan baru sudah resmi beroperasi, di sejumlah provinsi. Sementara itu, demikian data Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, ada 32 bendungan lainnya masih dalam tahap konstruksi dan ditambah 1 bendungan baru. Selain itu, telah pula dilakukan juga pembangunan 22.958,3 ha daerah irigasi, rehabilitasi 364.510 jaringan irigasi, pembangunan 43 embung, penyediaan 4,57 m3/detik air baku.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Dok. Kementerian PUPR