KKP Dorong UMKM Lakukan Ekspor, Nikmati Tarif Ekspor Nol Persen

0
312
Ilustrasi peluang ekspor produk kelautan dan perikanan (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Economy Business) Peluang ekspor produk kelautan dan perikanan semakin terbuka lebar dengan tercapainya persetujuan kesepakatan perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan berbagai negara.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, mengatakan: “Sesuai dengan 7 arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus memperluas akses pasar nontradisional, membantu UMKM untuk siap ekspor, alhamdulillah kita (Indonesia) telah mengesahkan beberapa perjanjian perdagangan internasional. Itu merupakan peluang besar pelaku usaha ekspor produk kelautan dan perikanan ke pasar baru”.

Beberapa negara yang telah ada kesepakatan dagang dengan Indonesia adalah Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss yang tergabung dalam EFTA (European – Free Trade Association) melalui IE-CEPA (Indonesia European – Comprehensive Economic Partnership Agreement) telah menyepakati penurunan tarif impor (trade in goods). Hampir seluruh tarif impor produk perikanan di negara-negara tersebut menjadi 0 persen sejak November 2021.

Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan perundingan perdagangan bebas antara negara ASEAN (10 negara) dengan 5 negara mitra, yaitu Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, dan Selandia Baru, telah menyepakati penurunan tarif bea masuk barang di antara negara anggota. RCEP juga memberi peluang pemanfaatan regional value chain dalam mengakses bahan baku dan pendukung bahan baku dengan preferensi tarif bea masuk yang lebih rendah.

Potensi penurunan tarif bea masuk yang dapat diraih misalnya di Jepang, Indonesia akan mendapatkan pembebasan tarif (0 persen) secara bertahap untuk Tilapia, Catfish, Cobia, Crabs dan Swimming Crabs, Mussels, Snails, dan Fillet.

Sedangkan untuk Tuna Olahan akan diturunkan bertahap dari 9,6 persen menjadi 4,7 persen. Di Korea Selatan, Indonesia berpeluang mendapatkan pembebasan tarif (0 persen) secara bertahap, di antaranya untuk Swordfish, Tuna, Makerel, Teri, Udang, dan Fillet.

Satu lagi, kerja sama Indonesia Mozambique – Preferential Trade Agreement (IM-PTA) yang menyepakati penurunan tarif untuk Tuna Segar, Kepiting, dan Udang Beku. Indonesia mendapat pemangkasan tarif bea masuk sampai dengan 50 persen dari tarif normal yang berlaku.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, meminta jajarannya untuk terus memberikan edukasi terkait produksi hingga pengolahan agar memenuhi standar global.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani