Tambak Milenial Situbondo Sukses Budidayakan Udang Vaname dengan Teknologi MSG

0
1569
Tambak Milenial Situbondo Sukses Budidayakan Udang Vaname dengan Teknologi MSG (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Industry) Tambak milenial Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo berhasil mengaplikasikan budidaya udang vaname dengan menggunakan teknologi millennial shrimp farming (MSF), yang merupakan salah satu teknologi dalam meningkatkan produktivitas budidaya udang.

“Saya apresiasi atas kemauan dan keberhasilan dari anak-anak tambak millenial Situbondo yang mampu mengaplikasikan teknologi MSF di dunia usaha budidaya udang,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Menurut Tebe, sapaan akrabnya, keunggulan utama dari tambak MSF adalah sistem pencatatan data secara digital sehingga setiap mengambil keputusan didasarkan pada data teknis yang terukur. Penerapan teknologi digital meliputi pengecekan kualitas air, biomass, pakan harian, serta pertumbuhan harian. Melalui system ini, petambak tak perlu lagi melakukan pengecekan secara manual, karena sudah didukung oleh aplikasi budidaya berbasis data (smart farming).

Budidaya udang dengan teknologi MSF banyak keuntungannya. Konstruksi MSF lebih fleksibel, bisa dibongkar pasang. Produktivitasnya bisa mencapai 28-30 ton per hektare dengan masa pemeliharaan 90 hari bisa mencapai size 50.

Tebe mengapresiasi BPBAP Situbondo yang sudah mencetuskan teknologi MSF itu, hingga bisa diterapkan oleh anak-anak muda. “Ini memang sejalan dengan strategi kita bersama dalam pencapaian target produksi udang nasional sebesar 2 juta ton di 2024. Dengan kita semua bergandengan dan bersinergi, maka kita yakin target produksi tersebut dapat kita capai bersama,” harap Tebe.

Ia menambahkan, perlu adanya kolaborasi dengan stakeholder, pelaku usaha dan pemerintah daerah. Seperti, Program Indonesian Naval Aquaagriculture Program (INAP) yang merupakan program TNI Angkatan Laut yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Ini sejalan dengan konsep blue economy, dimana ekologi dan pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya memang menekankan peningkatan produktivitas perikanan budidaya memperhatikan prinsip berkelanjutan sesuai dengan konsep blue economy.

Teknologi yang dikembangkan di MSF BPBAP Situbondo ini mulai dari sistem yang paling sederhana, hingga teknologi seperti oximix dan oxibam yang dikolaborasikan dengan jumlah padat tebar udang dinaikkan (hyper density).

Teknologi yang menerapkan oxibam dan hyper density selain oksigen, fitur-fitur dalam komposisi probiotik, mineral dan lainnya juga berperan penting. Produksi udang vaname dengan menggunakan oxibam sangat tinggi dengan kepadatan tebar 1.000 ekor/m3 dengan masa pemeliharaan 60 – 70 hari dengan produktivitas 80-90 ton per hectare.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan program INAP merupakan program yang bagus, menggunakan teknologi karya anak bangsa, sangat membanggakan dan bisa diangkat menjadi program nasional ke depan.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani