Persiapan Penilaian pelayanan Publik Berbasis HAM, Kemenkumham Jateng Lakukan Pembinaan pada Rudenim Semarang

0
256

(Vibizmedia – Jateng) SEMARANG – Guna melakukan pemantauan dan persiapan penilaian P2HAM, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah melalui Bidang HAM melaksanakam pembinaan pada Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang. Pembinaan ini dilakukan oleh Kepala Bidang HAM, Lista Widyastuti dan Kepala Sub Bidang Pemajuan HAM, Moh. Hawary Dahlan, Rabu (02/03).

Rumah Detensi Imigrasi adalah unit pelaksana teknis yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi Orang Asing yang dikenai tindakan administratif keimigrasian. Bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM), Rudenim merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis pada jajaran Kantor Wilayah yang sudah dapat diberikan penilaian terkait pelayanan publik sesuai dengan indikator dalam peraturan dimaksud.

Adapun tujuan koordinasi Bidang HAM adalah dalam rangka persiapan penilaian P2HAM tahun 2022 ini.

“Pada Rudenim, Rupbasan dan Badiklat sudah masuk sebagai Unit Pelaksana Teknis yang akan dinilai oleh Tim Penilai yang dikoordinir Direktorat Jenderal HAM. Tahun 2022, kami tetap berkomitmen mendorong 71 (tujuh puluh satu) UPT di Jajaran kantor Wilayah untuk memperoleh predikat P2HAM.  Kegiatan ini merupakan awal bagi kita untuk berkomunikasi dan berkoodinasi dalam pemenuhan data dukung atau indikator penilaian P2HAM agar bisa mendapatkan penghargaan tahun ini” ujar Lista.

Kedatangan Bidang HAM ke Rudenim diterima secara langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Fredrik Junus Siahiya.

“Pada tahun sebelumnya walaupun belum dilakukan penilaian ini, kantor Rudenim telah mempersiapkan sarana prasarana yang diperlukan dalam pemenuhan HAM bagi masyarakat yang mendapatkan layanan dari kami.” ujar Fredrik.

Sarana dan prasarana Rudenim saat ini sudah cukup memadai, beberapa fasilitas sudah disediakan dengan baik, seperti  fasilitas kesehatan dengan adanya ruang Kesehatan dan jadwal dokter serta psikolog yang telah terjadwal secara rutin, tersedianya ruang layanan untuk komunikasi berupa video call bagi Deteni yang ingin menghubungi keluarga atau kerabat,  ruang/kamar bagi Deteni yang memiliki kebutuhan khusus pun telah tersedia yang dilengkapi dengan toilet serta tempat tidur, bahkan juga tersedia fasilitas olahraga dan tempat ibadah serta fasilitas lainnya.

“Untuk mendapatkan nilai yang maksimal, kami akan penuhi sarana prasarana yang belum maksimal seperti tempat pendingin atau kulkas pada ruang laktasi agar tahun pertama penilaian ini kami bisa mendapatkan penghargaan P2HAM di tahun 2022 ini” jelas Fredrik.

 

Rudenim dibangun karena meningkatnya lalu lintas orang, baik yang keluar maupun yang masuk ke Indonesia, sehingga berpotensi timbulnya permasalahan keimigrasian terhadap kedatangan dan keberadaan orang asing di Indonesia yang memerlukan upaya penindakan bagi orang asing yang melanggar ketentuan yang berlaku. Diharapkan  masyarakat paham dengan keberadaan Rudenim ini sebagai bagian dari Unit Pelaksana Teknis pada jajaran Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sumber : Humas Kemenkumham Jateng