Penerimaan Sektor Minerba 2021 Naik Tajam Hingga Capai Rp.124,4 Triliun

0
176
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, pada Peluncuran Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) (Foto: Kemenkeu)

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menghadiri Peluncuran Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) dan Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Sistem Terintegrasi dari Kegiatan Usaha Hulu Migas (SIT Migas) secara virtual pada Selasa (8/3/2022). SIMBARA adalah sebuah sistem yang bisa menertibkan perdagangan mineral dan batu bara illegal, hasil kolaborasi sejumlah kementerian dan Lembaga.

Menkeu menyampaikan bahwa penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada 2021 meningkat tajam, bahkan tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, pada tahun 2021 penerimaan negara sektor minerba mencapai Rp124,4 triliun. Penerimaan ini mencakup pajak, bea keluar, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pencapaian rekor penerimaan negara dari sektor minerba tersebut didorong meningkatnya harga komoditas pertambangan, salah satunya batu bara.

“Tentu, kenaikan harga komoditas minerba memberikan kontribusi yang besar. Namun ini juga memberikan sinyal bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga (K/L) harus semakin rapi dalam berkoordinasi, karena semakin tinggi harga minerba, maka ancaman terhadap tata kelola yang baik menjadi sangat tinggi,” ungkap Sri Mulyani.

Capaian yang bagus ini menjadi momentum antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem informasi pengelolaan batu bara (SIMBARA).

Di era digitalisasi teknologi ini, integrasi proses bisnis dan juga integrasi data antar kementerian dan lembaga seharusnya mudah dan harus bisa dilakukan. Ini juga merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas yang penting, menurut Menkeu.

Menkeu memaparkan, saat ini dunia sedang menghadapi suasana geopolitik yang sangat rumit terkait konflik Rusia-Ukraina. Hal itu, berdampak terhadap naiknya harga komoditas sumber daya alam (SDA).

Oleh karena itu, sumbangan dan kontribusi SDA, khususnya minerba menjadi sangat penting. Karenanya, dari sisi penerimaan negara, menjadi kewajiban untuk bisa mengelolanya secara transparan dan menyampaikan kepada publik terkait berapa kekayaan SDA yang diterima negara dalam bentuk pajak, bea keluar, dan pendapatan atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti royalti dan lainnya.

“Itu sangat penting, dan transparansi itu yang terus dibangun Kementerian Keuangan. Berapa kekayaan negara menyumbangkan terhadap penerimaan negara, yang kemudian kembali lagi dalam bentuk berbagai program pembangunan yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” tegas Menkeu.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani