Anthurium, Si Cantik Penghias Taman

0
611

(Vibizmedia – Bertanam Yuk..) Siapa yang tidak mengenal Anthurium? Tanaman hias ini aslinya berasal dari hutan hujan tropis Kolombia, Guatemala; juga dari wilayah Amazon Brasil. Inilah habitat asli tanaman anthurium.

Anthurium sendiri merupakan jenis tanaman udara dimana tanaman ini mengambil nutrisi dari udara, air dan kotoran burung, dan bukan dari pohon. Karakteristik lainnya adalah  Anthurium tidak menghasilkan banyak akar. Tanaman ini juga bisa mencapai ketinggian lebih dari 50 sentimeter.

Saat ini tanaman ini cukup digemari di Indonesia. Ada beberapa jenis yang bisa ditemukan di Indonesia. Di antaranya adalah Anthurium Bunga Merah Holland (Anthurium Andraeanum Red Flamingo), Anthurium Lokal Pink (Anthurium Andraeanum Pink), keduanya adalah anthurium yang memiliki bunga yang cantik.

Anthurium Bunga Merah Holland (Anthurium Andraeanum Red Flamingo) (Foto: Simon Pindo/Vibizmedia)
Anthurium Lokal Pink ( Anthurium Andraeanum Pink) (Foto: Simon Pindo/Vibizmedia)

Anthurium cantik dengan bunga berwarna merah, dikenal dengan sebutan spathes, dan ada tangkai kuning krem menonjol dari tengah spathes, yang dikenal sebagai spadix. Bunga ini tidak akan berubah warna jika tanaman anthurium tumbuh sehat.

Tetapi juga ada anthurium daun yang juga tidak kalah cantiknya, yaitu Anthurium Jenmani Kol dan Anthurium Jenmani Golden. Tanaman ini bisa bertumbuh besar dan hijaunya begitu cantik.

Anthurium Jenmani Kol (Foto: Simon Pindo/Vibizmedia)
Anthurium Jenmani Golden (Foto: Simon Pindo/Vibizmedia)

Jika daun anthurium berubah warna, hal ini menunjukkan adanya kemungkinan terlalu sedikit air atau bahkan terlalu banyak air di tanahnya. Untuk perawatan anthurium yang merupakan tanaman udara, maka kelembapan adalah sumber kehidupan yang penting, karena anthurium memakan air di udara. Oleh sebab itu tanamlah di tempat teduh dan hindari sinar matahari secara langsung. Gunakan media yang gembur dan tambahkan kompos ke lubang tanam sekitar 1-2 kg per lubang. Anda juga dapat menggunakan media andam untuk penanaman di pot. Lakukan penyiraman secara rutin, sehari sekali. Pemupukan bisa dilakukan 3 bulan sekali, NPK ditabur dan dibenam di sekeliling tanaman.

Jika tanaman ditanam di pot, sebaiknya dilakukan repotting setiap dua tahun untuk membersihkan tanah dari mineral yang tersimpan saat penyiraman, serta merevitalisasi tanaman.