Siapkan Angkutan Lebaran 2022, Kemenhub Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat

0
312
Kemenhub Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2022 di Jawa Barat (Foto: Kemenhub)

(Vibizmedia – Nasional) Mempersiapkan arus mudik Lebaran dalam rangka Hari Raya Idulfitri 2022, maka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait kebijakan mudik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang terkait, khususnya di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi secara langsung memimpin jalannya rapat koordinasi (rakor) dengan para pemangku kepentingan yang dilakukan di Bandung pada Jumat, 25 Maret 2022 kemarin. Sesuai arahan Presiden, masyarakat yang hendak mudik harus memenuhi ketentuan syarat perjalanan, yakni sudah dua kali vaksin primer dan satu kali vaksin booster.

Untuk itu perlu koordinasi antar pemangku kepentingan mengenai pelaksanaan teknis di lapangan agar Angkutan Lebaran 2022 dapat berjalan dengan aman, tertib, selamat, dan lancar.

“Selain soal ketentuan syarat perjalanan, fokus lainnya yang dibahas dalam rapat adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas di Simpang Susun Cileunyi, Nagrek, Limbangan, sampai Garut saat arus mudik dan arus balik nanti,” kata Dirjen Budi, Sabtu (26/3/2022).

Menurutnya, setelah adanya perubahan di Simpang Susun Cileunyi masih diperlukan pengaturan yang lebih detail sebab dikhawatirkan dapat membuat masyarakat bingung.

Lebih lanjut, ia mengatakan mulai dari Simpang Susun Cileunyi sampai Sumedang, pihaknya juga sudah meminta agar Bupati dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang untuk melakukan penataan ulang melihat masih banyaknya hambatan tidak hanya saat momentum Lebaran tetapi saat akhir pekan.

“Hingga saat ini masih banyak terlihat kendaraan roda dua yang melawan arus, serta kawasan yang rawan banjir. Sementara itu untuk di Nagrek sendiri setelah adanya pembangunan fly over sudah terlihat lebih baik, namun Pemerintah Daerah perlu mengedukasi masyarakat agar tidak berjualan di sembarang tempat,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Budi menegaskan bahwa permasalahan lalu lintas merupakan kondisi nyata yang harus dibahas bersama-sama. Kemungkinan akan dibuat rekayasa lalu lintas seperti sistem one way (satu arah) atau semacam simulasi sebagai persiapan menjelang Angkutan Lebaran tahun ini, perlu dibicarakan lebih lanjut. Diharapkan, dengan adanya koordinasi antar instansi ini dapat meningkatkan pola penyelesaian permasalahan arus lalu lintas dengan baik.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani