Upayakan Restorative Justice, Kabid Yantah Kesrehab Basan Baran Ikut Pembahasan Penyalahguna Narkotika di BNNP NTT

0
211

(Vibizmedia – NTT ) Kupang – Kepala Bidang Pelayanan Tahanan Kesehatan Rehabilitasi Pengelolaan Benda Sitaan Barang Rampasan Negara dan Keamanan (Kabid Yantah Kesrehab Basan Baran Kam) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenkumham NTT), Idam Wahju Kuntjoro, selaku anggota Tim Asesmen Terpadu (TAT) Tahun 2022, melaksanakan perintah Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, menghadiri pembahasan penyalahguna narkotika, di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/03/2022).

Pembahasan penyalahguna narkotika kali ini dilakukan dalam rangka asesmen terhadap 1 (satu) orang penyalahguna narkotika berinisial MR.

Kegiatan Pembahasan dibuka oleh dr. Daulat Samosir, Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP NTT. Turut hadir langsung, anggota TAT lain pada kegiatan pembahasan kali ini, Petugas Penindakan Bidang Berantas BNNP NTT, Ona T. Pattipelohy, Ps. Panit I Bag. Wassidik Polda NTT, Ermelinda Lusia Bhiju, dan Penyidik Pratama Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTT, Yance.

Sedangkan Kepala Seksi Narkotika dan Zat Adiktif lainnya pada Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT, Jonathan S. Limbongan, mengikuti kegiatan pembahasan secara virtual.

Membuka kegiatan, dr. Daulat menjelaskan secara singkat hasil asesmen medis terhadap MR. “Yang bersangkutan disangkakan menggunakan narkotika golongan 1 bukan tanaman, yaitu methamphetamin jenis shabu,” ujar Daulat.

“MR mengalami gangguan mental dan perilaku serta tergolong pengguna aktif sekali. MR kami sarankan untuk dirawat inap selama 2 bulan di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, Makassar,” ujar Daulat lebih lanjut.

Pada asesmen tersebut, PS Panit I Bag. Wassidik Polda NTT, Ermelinda Lusia Bhiju, menjelaskan bahwa MR adalah Target Operasi atau TO yang sudah lama dicari.

Sedangkan Ona T. Pattipelohy, Petugas Penindakan Bidang Berantas BNNP NTT, menegaskan bahwa MR tidak menjual narkoba, dan setuju jika terhadap MR dilakukan rehabilitasi.

Dalam kesempatan berikutnya, Kabid Yantahkesrehab Lola Basan Baran Kam, Idam, menerangkan pertingnya upaya restoratif justice terhadap MR.

“MR sebagai pengguna narkoba, layak diperjuangkan untuk memperoleh rehab medis, bukan dipidana penjara. Dan hasil pembahasan TAT ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan oleh penyidik untuk upaya rehabilitasi terhadap MR,” harap Idam.

Ermelinda menambahkan bahwa upaya restorative justice dengan rehabilitasi pengguna dan pecandu narkoba dapat menjadi solusi problem over kapasitas, dan menghemat pengeluaran negara untuk memberi makan tahanan dan narapidana di rutan dan lapas.

Menutup kegiatan pembahasan, Daulat mengucapkan terima kasih atas kehadiran anggota TAT pada pembahasan kali ini.

Kegiatan pembahasan penyalahguna narkotika di BNNP NTT berjalan aman dan lancar.

Sumber : Humas Kemenkumham NTT