Indikator Sosial Ekonomi Indonesia Hingga Februari 2022

0
94
Warga memberi makan ikan di tempat budi daya ikan nila Sungai Batanghari, Sungai Duren, Muarojambi, Jambi, Minggu (18/7/2021). Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi mencatat, realisasi program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Provinsi Jambi hingga 9 Juli 2021 mencapai Rp3,9 triliun, termasuk di dalamnya dukungan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp2,7 triliun. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.

(Vibizmedia-Kolom) Inflasi; Pada Februari 2022 terjadi deflasi bulanan sebesar 0,02 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) adalah sebesar 2,06 persen. Dari 90 kota, 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,08 persen dengan IHK sebesar 109,20 dan deflasi terendah terjadi di tiga kota, yaitu Palembang, Palangka Raya dan Tarakan sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 107,54; 108,50; dan 108,41.

Ekspor; Nilai ekspor Februari 2022 mencapai US$20,46 miliar, naik 6,73 persen jika dibanding ekspor Januari 2022 dan naik 34,14 persen dibanding ekspor Februari 2021. ƒNilai ekspor nonmigas Februari 2022 mencapai US$19,47 miliar yang terdiri dari produk hasil pertanian, kehutanan,dan perikanan US$0,34 miliar, hasil industri pengolahan US$15,53 miliar, serta hasil pertambangan dan lainnya US$3,60 miliar. Peningkatan terbesar ekspor komoditas nonmigas Februari 2022 dibandingkan Januari 2022 terjadi pada bahan bakar mineral senilai US$1.756,4 juta (141,45 persen). Sedangkan penurunan terbesar pada besi dan baja senilai US$372,9 juta (16,67 persen).

Impor; Nilai impor Indonesia Februari 2022 mencapai US$16,64 miliar, turun 8,64 persen dibandingkan Januari 2022 atau naik 25,43 persen dibandingkan Februari 2021.ƒMenurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Februari 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$109,0 juta (4,08 persen), bahan baku/penolong US$6.866,3 juta (34,69 persen), dan barang modal US$1.279,4 juta (31,01 persen). Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Februari 2022 dibandingkan Januari 2022 adalah besi dan baja US$368,3 juta (27,13 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah gula dan kembang gula US$117,8 juta (41,21 persen).

Upah Buruh;Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2022 naik masing-masing sebesar 0,31 persen dan 0,34 persen dibanding upah nominal bulan sebelumnya.Upah riil harian buruh tani Februari 2022 naik sebesar 0,31 persen, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2022 naik sebesar 0,36 persen dibanding upah riil bulan sebelumnya. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2022 masing-masing sebesar Rp57.771,00 dan Rp91.994,00. Rata-rata upah nominal buruh tani pada Februari 2022 sebesar Rp57.771,00; naik 0,31 persen dibanding upah nominal bulan sebelumnya, sementara itu upah riil naik sebesar 0,31 persen. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2022 tercatat Rp91.994,00, naik 0,34 persen dibanding upah nominal bulan sebelumnya, sedangkan upah riil naik sebesar 0,36 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP), Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP); Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2022 sebesar 108,83 atau naik 0,15 persen.ƒPada Februari 2022, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 109,61 atau turun 0,01 persen.ƒNTUP Februari 2022 sebesar 108,53 atau turun sebesar 0,12 persen dibanding Januari 2022. NTP Februari 2022 tercatat 108,83 atau naik sebesar 0,15 persen dibanding NTP Januari 2022 yaitu sebesar 108,67. Kenaikan NTP bulan ini disebabkan naiknya NTP di tiga subsektor penyusun NTP yaitu Tanaman Hortikultura (2,08 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,90 persen), dan Perikanan (0,14 persen).

Sementara itu, terjadi penurunan pada subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,43 persen dan subsektor Peternakan sebesar 1,02 persen.Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Februari 2022 sebesar 109,79 atau naik sebesar 0,11 persen. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 109,61 atau turun 0,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan ini terjadi penurunan IKRT di 16 provinsi dan 18 provinsi mengalami kenaikan IKRT. Penurunan IKRT tertinggi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,87 persen dan penurunan IKRT terendah terjadi di Kalimantan Barat sebesar 0,01 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,66 persen dan kenaikan IKRT terendah di Jawa Tengah dan Maluku Utara sebesar 0,01 persen.

Pada Februari 2022 terjadi penurunan NTUP sebesar 0,12 persen. Hal ini terjadi karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,26 persen lebih kecil dari kenaikan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,38 persen. Dua subsektor penyusun NTUP mengalami penurunan, yaitu Tanaman Pangan (0,72 persen) dan Peternakan (1,10 persen). Sementara itu, terjadi kenaikan pada subsektor Tanaman Hortikultura (1,64 persen), subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (0,59 persen), dan subsektor Perikanan (0,08 persen). Penurunan NTUP tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah sebesar 1,09 persen sedangkan kenaikan NTUP tertinggi terjadi di Riau sebesar 2,35 persen.

Harga Gabah dan Beras; Rata-Rata harga Gabah Kering Panen di tingkat petani Februari 2022 turun 3,20 persen.Rata-Rata harga beras Premium di Pengilingan Februari 2022 naik 0,03 persen dari bulan sebelumnya. Selama Februari 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.849,00 per kg atau turun 3,20 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.962,00 per kg atau turun 3,03 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Pada Februari 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.827,00 per kg, naik sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Indeks Harga Perdagangan Besar; IHPB Umum Februari 2022 turun sebesar 0,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya. IHPB Umum Februari 2022 turun sebesar 0,01 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,14 persen. Sektor Pertambangan dan Penggalian naik sebesar 0,67 persen dan Sektor Industri naik sebesar 0,24 persen. IHPB Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi Februari 2022 naik sebesar 0,29 persen. Kenaikan indeks terbesar terjadi pada jenis Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum, dan Komunikasi sebesar 0,50 persen. Indeks Harga Perdagangan Internasional (IHPI) Januari 2022 naik sebesar 1,37 persen. Kelompok Barang Ekspor naik sebesar 3,07 persen dan Kelompok Barang Impor turun sebesar 0,69 persen.

Pariwisata; Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia pada Januari 2022 mencapai 143,74 ribu kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Januari 2022 mencapai 42,43 persen.Jumlah kunjungan wisman pada Januari 2022 mengalami kenaikan sebesar 13,62 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Januari 2021. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan Desember 2021, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2022 mengalami penurunan sebesar 12,15 persen. TPK hotel klasifikasi bintang pada Januari 2022 mengalami peningkatan sebesar 12,08 poin dibanding TPK Januari 2021, tetapi mengalami penurunan sebesar 9,14 poin dibanding TPK Desember 2021.

Transportasi; Jumlah penumpang kereta api Januari 2022 naik 1,78 persen. Pada Januari 2022, jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 3,9 juta orang, naik 66,59 persen (year-on-year), angkutan udara internasional naik 64,12 persen, penumpang pelayaran dalam negeri naik 3,12 persen, dan penumpang kereta api naik 49,04 persen. Dibandingkan dengan Desember 2021, jumlah penumpang angkutan udara domestik turun 2,61 persen, penumpang angkutan udara internasional turun 13,35 persen, penumpang pelayaran dalam negeri turun 5,30 persen, dan penumpang kereta api naik 1,78 persen.▪Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri Januari 2022 sebesar 25,6 juta ton atau turun 0,29 persen (year-on-year), sementara itu jumlah barang yang diangkut kereta api naik 5,18 persen. Dibandingkan dengan Desember 2021, jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri turun 1,12 persen, sedangkan jumlah barang yang diangkut kereta api turun 5,85 persen.