Kerjasama Regional Diperkuat Dalam Waspadai Risiko Pemulihan Ekonomi

0
239

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sampaikan bahwa risk pemulihan ekonomi, baik di masing-masing negara, di kawasan, maupun secara global meningkat secara signifikan. Menkeu sampaikan hal ini pada saat berbicara di ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM) Session with International Financial Institutions secara daring pada hari Jumat (08/04).

“Efek limpahan kenaikan harga komoditas yang sangat ekstrim yang kemudian membuat inflasi ini menciptakan tantangan pada pilihan kebijakan yang sangat kompleks di masing-masing negara baik itu melalui pengetatan kebijakan fiskal-moneter untuk menstabilkan inflasi atau akan terus mendukung pemulihan ekonomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang selama dua tahun ini menderita akibat pandemi. Ini benar-benar suatu tantangan yang sangat serius bagi semua pembuat kebijakan termasuk di ASEAN,” demikian Menkeu jelaskan.

Menkeu juga katakan bahwa peningkatan harga komoditas ini di satu sisi secara implisit akan mendorong peningkatan pendapatan negara sehingga akan lebih mudah bagi Indonesia untuk secara gradual menurunkan defisitnya dari tahun ke tahun, namun disisi lain juga menciptakan pilihan kebijakan untuk memberikan tambahan subsidi bagi masyarakat untuk melindungi mereka dari dampak inflasi.

“Pilihan kebijakan bagi kita (Indonesia) yang pasti pertama adalah kita harus melindungi masyarakat dari goncangan lainnya pasca pandemi, yang kedua terus mendukung pemulihan ekonomi terutama dari sisi bisnis dan produksi, namun yang ketiga kita harus terus menjaga kesehatan fiscal tools kita agar berkelanjutan dan terus menciptakan stabilitas,” lanjut Menkeu.

Pentingnya kerjasama regional diperkuat terlebih lagi dalam situasi global yang menantang seperti saat ini, demikian juga ditekankan Menkeu. Menurutnya, ASEAN harus menunjukkan sebagai role model bahwa kerjasama dapat terus dilanjutkan untuk melindungi kinerja ekonomi regional yang relatif baik saat ini, dan melindungi masyarakat serta dunia usaha dari goncangan akibat pandemi dan kenaikan harga komoditas.