Masa Pandemi, Program Mekaar PNM Justru Serap 7,1 Juta Pekerja

0
226
Ilustrasi Erick Thohir dalam program PNM (Foto: Kementerian BUMN)

(Vibizmedia – Nasional) Seperti diketahui bersama, pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir telah berdampak pada tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama terjadi di kota-kota besar.

Namun Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, justru kondisi sebaliknya terjadi di BUMN. Berkat program Mekaar dari PT Penanaman Modal Madani (PNM), bisa menyerap hingga 7,1 juta orang pekerja selama pandemi.

“Satu ibu nasabah Mekaar bisa mempekerjakan satu hingga dua orang. Selama (pandemi) COVID-19 ada penambahan 7,1 juta orang. Artinya, ketika di kota-kota besar melepaskan pegawai, ibu-ibu di desa membuka lapangan kerja sampai 7,1 juta orang,” ujar Menteri BUMN dalam keterangan resminya terkait acara Sarasehan Milenial di Desa Putridalem, Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (13/5/2022).

Program PNM Mekaar telah berkontribusi besar dalam membantu usaha ibu-ibu di daerah, terutama di desa. Hal ini terlihat dari catatan jumlah anggota PNM Mekaar mencapai 12,7 juta ibu-ibu, dengan total pembiayaan hingga Rp 46,7 triliun pada 2021.

“Ini (anggota PNM Mekaar) akan terus didorong hingga 14,9 juta di seluruh Indonesia dan diharapkan bisa terus meningkat hingga 20 juta orang,” kata Erick Thohir.

Erick mengajak ibu-ibu di Majalengka untuk bergabung dalam program tersebut untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

Berdasarkan data, jumlah nasabah Mekaar di Majalengka baru sebanyak 96.268 orang, dengan penyaluran bantuan pembiayaan sebanyak Rp 341 miliar pada 2021 dan Rp 157 miliar kepada 38.680 nasabah Mekaar di Majalengka pada 2022.

“Saya berharap ibu-ibu di Majalengka bisa ikut bergabung dalam program Mekaar karena saya tahu di Majalengka ini 36 persen masyarakatnya menganggur, artinya pembukaan lapangan kerja menjadi kunci utama,” tuturnya.

Menteri BUMN juga mengajak para petani Majalengka bergabung dalam sebuah ekosistem pertanian yang terintegrasi dalam program Makmur.

Saat ini terdapat 1.408 petani di Majalengka dengan luas lahan sebesar 4.340 hektare (ha) bergabung dalam program Makmur per 31 Maret 2022.

“Program Makmur menjadi upaya kita menciptakan ekosistem dengan memberikan bantuan pembiayaan, pendampingan, menciptakan akses pasar, yang ujungnya dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkas Erick.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani