Wapres: 80% Dapat Akses Sanitasi Layak, Sanitasi Aman Baru Dinikmati 7% Penduduk Indonesia

0
88

(Vibizmedia-Nasional) Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengatakan akses terhadap sanitasi dan air minum aman merupakan hak asasi setiap manusia yang telah ditetapkan dalam Sidang Umum PBB pada 2010. Tidak hanya itu, sanitasi dan air minum yang aman juga merupakan prasyarat dalam mewujudkan ekonomi hijau yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sanitasi dan air minum yang aman menjadi prasyarat penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan, sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat niscaya terus meningkat,” jelas Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka Sector Minister’s Meeting (SMM) Sanitation and Water for All (SWA) Tahun 2022 di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Rabu, 18 Mei 2022.

Namun demikian, Wapres menyayangkan bahwa hingga saat ini miliaran penduduk bumi belum memiliki akses air minum dan sanitasi aman.

“Secara global sekitar 2 miliar manusia tidak mempunyai akses yang baik terhadap air minum yang aman, dan lebih dari 3 miliar orang tidak mempunyai akses terhadap sanitasi yang aman,” tegasnya.

Di Indonesia sendiri, lanjut Wapres, akses terhadap air minum layak telah menjangkau lebih dari 90% penduduk, tetapi capaian akses air minum aman baru sekitar 11%.

“Untuk akses sanitasi, saat ini sekitar 80% penduduk mempunyai akses sanitasi layak, sedangkan sanitasi aman baru dinikmati oleh sekitar 7% penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Sesuai data WHO, lanjut Wapres, penyediaan sanitasi dan air minum yang aman menentukan hidup dan kehidupan umat manusia.

“Namun secara global dan lebih dari tiga miliar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi yang aman,” ujarnya.

Di samping itu, Wapres mengingatkan bahwa kebutuhan pokok atas sanitasi dan air minum aman ini dapat mengurangi indeks penyakit sebesar 0,39%.

“Tanpa sanitasi dan air yang aman, anak-anak juga menjadi rentan terhadap stunting,” katanya.

Sebaliknya, pengelolaan sanitasi yang buruk akan menimbulkan pencemaran lingkungan, air dan tanah yang tentu saja akan mempengaruhi keberlanjutan kehidupan planet bumi.

“Laporan Capaian SDGs mencatat capaian Tujuan 6 (mewujudkan air bersih dan sanitasi layak untuk semua) tidak dalam jalur yang menggembirakan. Data peningkatan jumlah populasi dalam mengakses sanitasi dan air minum aman, baik secara global maupun secara nasional di Indonesia, mengabarkan pesan bahwa kita masih harus bekerja keras untuk menghasilkan percepatan dramatis dalam rangka mencapai target kita,” imbuhnya.

Untuk itu, pada acara yang dihadiri tidak kurang dari 80 menteri dari seluruh dunia ini, Wapres berharap setiap negara memiliki rencana kerja yang jelas dengan indikator terukur, serta menerapkannya melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi dalam mengatasi masalah sanitasi dan air minum aman.

“Selain itu, kita harus terus memperkokoh kemitraan global dalam menangani permasalahan multidimensional ini. Dalam semangat kemitraan global inilah, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum tahun 2024,” pungkasnya.