Dekranas: Produk Kerajinan Daerah Perlu Mendapat Porsi di Kebijakan Belanja PDN

0
63
pelantikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan pada Jumat (17/6/2022). (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Nasional) Ketua Umum (Ketum) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Wury Ma’ruf Amin berharap, produk kerajinan lokal mendapatkan porsi pada kebijakan belanja produk dalam negeri (PDN) yang gencar dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Program belanja PDN termasuk dalam kampanye gerakan nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI), telah menargetkan sebanyak Rp400 triliun untuk dibelanjakan produk-produk lokal. Produk-produk itu digunakan dalam setiap aktivitas di lingkungan instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), perusahaan milik pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Produk-produk kerajinan di seluruh Indonesia dapat porsi dalam pembelanjaan barang atau jasa pemerintah,” kata Wury Ma’ruf Amin ketika memberikan sambutan dalam acara pelantikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan pada Jumat (17/6/2022).

Melalui gelontoran belanja PDN itu, diharapkan mereka pulih dengan cepat dari akibat dampak negatif wabah global COVID-19 yang melanda dua tahun ini.

Kemudian, para perajin juga dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih besar dengan gelontoran anggaran belanja PDN yang gencar dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di dalam negeri. “Tentunya, dengan produk berkualitas baik sehingga ekonomi para perajin akan meningkat,” kata Wury.

Produk kerajinan lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Indonesia sudah memiliki kualitas yang baik. Indikasinya, banyak kerajinan lokal yang masuk dalam kategori industri kreatif tersebut, diekspor ke berbagai belahan dunia. Tercatat, pada ekspor kerajinan lokal pada 2020 mencapai USD524,3 juta. Kemudian, naik drastis menjadi USD719,7 juta pada 2021.

Dapat diartikan produk kerajinan dalam negeri memiliki kualitas yang tinggi, karena mampu bersaing dengan produk-produk kerajinan yang berasal dari negara-negara lain di berbagai benua.

“Sektor kerajinan yang merupakan salah satu subsektor industri kreatif mampu melakukan ekspor dengan nilai mencapai USD719,7 pada tahun 2021, mengalami kenaikan sebesar 37,27 persen dibandingkan nilai ekspor tahun 2020,” jelas Wury.

Dihimbau kepada setiap Ketua Dekranasda tingkat provinsi dapat mendorong perajin lokal senantiasa meningkatkan kualitas produknya. Sehingga, pemangku kepentingan yang berada di sekitarnya dapat tertarik menggunakan produk dari perajin lokal dalam setiap aktivitas produktifnya.

“Saya yakin masing-masing Dekranasda di bawah kepemimpinan para Ketua Dekranasda yang telah dilantik dapat mewujudkan semua cita-cita dan harapan, guna membangun industri kerajinan Indonesia yang berdaya saing, unggul dan mendunia,” pungkas Wury.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani