Sebagian Besar Penduduk di Indonesia Bekerja 35 jam atau lebih per Minggu

0
146
Ilustrasi angkatan kerja baru. FOTO: KEMENAKER

(Vibizmedia-Kolom) Hasil Sakernas Februari 2022 menunjukkan adanya peningkatan sejumlah 4,20 juta orang penduduk umur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja dibanding Februari 2021. Begitu pula apabila dibandingkan dengan Agustus 2021, jumlah angkatan kerja juga mengalami peningkatan dari 140,15 juta orang menjadi 144,01 juta orang pada Februari 2022.

Seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja selama setahun terakhir, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2022 juga mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2021 dan Agustus 2021 yaitu sebesar 0,98 persen poin dan 1,26 persen poin. Pada Februari 2022, EPR mencapai 65,03 atau dapat diinterpretasikan bahwa dari 100 orang penduduk umur 15 tahun ke atas terdapat sekitar 65 orang yang bekerja. EPR pada Februari 2022 mengalami kenaikan baik dibandingkan Februari 2021 maupun Agustus 2021. Peningkatan EPR pada Februari 2022 selama setahun terakhir mengindikasikan adanya peningkatan penyerapan penduduk bekerja pada Februari 2022.

Distribusi penduduk bekerja jika dirinci berdasarkan status pekerjaan utama, pada Februari 2022 tidak jauh berbeda jika dibandingkan pada periode Februari 2021 maupun Agustus 2021. Pada Februari 2022, penduduk bekerja didominasi oleh mereka yang berstatus berusaha (39,58 persen). Persentase terbesar berikutnya yaitu buruh/karyawan/pegawai (36,72 persen), pekerja keluarga (14,54 persen) dan urutan terakhir adalah pekerja bebas (9,16 persen).

Struktur lapangan pekerjaan utama di Indonesia menunjukkan pola yang tidak jauh berbeda baik pada Februari 2021, Agustus 2021, maupun Februari 2022 yang masih didominasi oleh kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kondisi pada Februari 2022 persentase penduduk bekerja pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 29,96 persen. Persentase terbesar berikutnya adalah kategori perdagangan besar dan eceran yaitu sebesar 19,03 persen, dan kategori industri pengolahan sebesar 13,77 persen.

Kondisi jenis pekerjaan utama di Indonesia pada Februari 2022 masih mempunyai pola yang sama baik pada Agustus 2021 maupun Februari 2021. Sebagai gambaran, pada Februari 2022 penduduk bekerja didominasi oleh tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar dengan persentase sebesar 29,58 persen. Posisi berikutnya pada jenis pekerjaan tenaga usaha pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan yang mencapai 29,14 persen, dan posisi ketiga terbesar adalah tenaga usaha penjualan (19,82 persen).

Tingkat pekerja paruh waktu berdasarkan hasil Sakernas Februari 2022 mencapai 26,94 persen yang dapat diartikan bahwa dari 100 orang yang bekerja, terdapat sekitar 27 orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan tidak punya keinginan untuk menambah pekerjaan (jam kerja). Tingkat pekerja paruh waktu mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan Agustus 2021 maupun Februari 2021 dengan penurunan masing-masing sebesar 0,05 persen poin dan 0,15 persen poin.

Sebagian besar penduduk di Indonesia bekerja 35 jam atau lebih per minggu, dengan persentase sebesar 62,82 persen. Kondisi ini terjadi juga pada periode sebelumnya baik pada periode Februari 2021 maupun Agustus 2021. Penduduk dengan jam kerja 35 jam atau lebih perminggu pada Februari 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,46 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu (Februari 2021), begitu pula jika dibandingkan dengan Agustus 2021 mengalami kenaikan sebesar 1,44 persen poin.

Hasil Sakernas Februari 2022 menunjukkan bahwa dari 135,61 juta orang yang bekerja, sebanyak 59,97 persen penduduk yang bekerja di kegiatan informal (81,33 juta orang). Persentase ini mengalami peningkatan baik jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2021 dan Agustus 2021.

Sementara itu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 5,83 persen, yang berarti bahwa dari 100 orang angkatan kerja diIndonesia, terdapat sekitar 5 sampai 6 orang penganggur. Apabila dibandingkan dengan kondisi Februari 2021 dan Agustus 2021, TPT pada Februari 2022 mengalami penurunan berturut-turut sebesar 0,43 persen poin dan 0,66 persen poin.

Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2022, TPT tertinggi terdapat pada pendidikan tingkat menengah (SMA Umum dan Kejuruan) yaitu sebesar 9,16 persen. Dapat dikatakan bahwa terdapat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada lulusan pendidikan tingkatmenengah. Sementara mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja yang dapat dilihat dari TPT penduduk yang tidak pernah sekolah atau tidak pernah mengenyam bangku sekolah yang relatif lebih rendah (1,11 persen).

Di samping itu, Sakernas Februari 2022 menunjukkan bahwa TPT penduduk kelompok umur muda mencapai 17,08 persen, yang dapat diartikan bahwa dari 100 orang penduduk berumur 15-24 tahun yang termasuk angkatan kerja, terdapat sekitar 17 orang yang menganggur. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,95 persen poin bila dibandingkan dengan Februari 2021 dan turun 2,47 persen poin dibandingkan Agustus 2021. Jumlah setengah penganggur di Indonesia mencapai 10,65 juta orang, yang terdiri dari 6,7 juta orang laki-laki dan sisanya sebanyak 3,89 juta orang perempuan. Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, jumlah setengah penganggur di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan. Pada Februari 2022, jumlah setengah penganggur di daerah perdesaan mencapai 6,16 juta orang sementara di perkotaan sebanyak 4,49 juta orang.

Hasil Sakernas Februari 2022 menunjukkan tingkat ketidakaktifan di Indonesia mencapai 30,94 persen, artinya dari 100 orang penduduk usia kerja di Indonesia, yang tidak aktif dalam pasar kerja (bukan angkatan kerja) ada sekitar 31 orang. Tingkat ketidakaktifan pada Februari 2022 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Februari 2021 yaitu sebesar 0,98 persen poin, sedangkan jika dibandingkan Agustus 2021 turun sebesar 1,26 persen poin.

Hasil Sakernas Februari 2022 menunjukkan bahwa komposisi angkatan kerja menurut tingkat pendidikan tidak mengalami perubahan yang berarti jika dibandingkan dua periode sebelumnya (Februari 2021 dan Agustus 2021). Komposisi angkatan kerja pada Februari 2022 didominasi oleh kelompok tingkat pendidikan dasar yang mencapai 54,53 persen. Persentase tertinggi berikutnya terdapat pada mereka yang berpendidikan tingkat menengah yaitu sebesar 31,28 persen, dan pendidikan tingkat tinggi sebesar 12,64 persen, serta masih terdapat sekitar 1,55 persen angkatan kerja yang tidak pernah sekolah.

Sementara itu, rata-rata upah/gaji bersih sebulan buruh/karyawan/pegawai pada Februari 2022 mencapai 2,89 juta rupiah yang mengalami peningkatan baik bila dibandingkan dengan keadaan Februari 2021 maupun Agustus 2021 dengan peningkatan masing-masing sebesar 30 ribu rupiah dan 150 ribu rupiah.