Menko Airlangga: Indonesia Tiga Tahun Terakhir Tidak Impor Beras

0
76
Ilustrasi: Presiden Jokowi Mengecek Stok Beras di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Terkait impor beras, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa ketahanan pangan Indonesia sudah semakin baik, yang terbukti dengan tidak adanya impor beras dalam tiga tahun terakhir.

“Tiga tahun terakhir tidak impor beras dan bahkan tahun ini dengan stok di akhir tahun bisa mencapai 7 juta. Bapak Presiden meminta kita untuk ekspor 200 ribu ton,” kata Airlangga saat meresmikan perhelatan “Panen Raya Nusantara” di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Dijelaskan oleh Airlangga, bahwa Indonesia tengah berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri, mengingat terdapat 24 negara yang melarang ekspor komoditas pangan, meskipun tujuh di antaranya telah melakukan relaksasi.

“Sudah 24 negara melarang ekspor. Namun, tujuh sudah melakukan relaksasi lagi. Sehingga, dari itu ada 17 negara, dan yang dilarang itu mulai dari gandum, ayam, dan produk hortikultura lain, termasuk pupuk. Jadi, ini kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri,” kata Airlangga saat meresmikan perhelatan “Panen Raya Nusantara” di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Pemerintah Indonesia memiliki tiga kunci yang akan dilancarkan untuk mewujudkan ketersediaan pangan, yakni: mengamankan suplai, diversifikasi pangan, dan melakukan efisiensi.

Dalam rangka menyukseskan Indonesia sebagai Presidensi G20, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan Kick Off Events “Panen Raya Nusantara” untuk mendukung perhelatan G20 dari sektor pangan dan agrobisnis dengan tema “Pangan Indonesia Untuk Dunia Lebih Baik”.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam sambutannya, Menko Perekonomian mengatakan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang sukses dalam menangani pandemi COVID-19.

“Indonesia salah satu negara terbaik dalam penanganan COVID-19. Hal itu ditunjukkan oleh beberapa indikator, yaitu ekonomi naik 5 persen dalam dua kuartal terakhir, neraca perdagangan surplus Rp35 miliar, dan tren ekspor terus meningkat,” terang Airlangga.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani