Menteri Suharso Meninjau Ekosistem Pangan dan Pertanian Di AS

0
81
(Photo: Bappenas)

(Vibizmedia–California) Dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa meninjau sejumlah sektor, termasuk pangan dan pertanian, utamanya terkait pengembangan beras, buah dan sayur, nutrisi pangan, produksi kakao, dan komoditas perkebunan. Diawali kunjungan ke Syngenta Woodland Vegetable Facility, California, Senin (20/6) waktu setempat, Menteri Suharso meninjau teknologi pangan dan pertanian. Sebagai mitra pembangunan, Syngenta telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui inovasi dan teknologi pangan berkelanjutan dan membantu ketersediaan pangan global dengan tetap menjaga kelestarian bumi.

Menteri Suharso sampaikan bahwa hasil kunjungan kerja ini menjadi salah satu acuan Kementerian PPN/Bappenas untuk membahas rancangan kerja sama pengembangan benih dan integrasi hulu-hilir hortikultura di Indonesia. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada sub sektor hortikultura sebesar 6 persen, dengan peningkatan produksi sayur sebesar 3,1 persen dan buah sebesar 5,7 persen pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, dari sisi supply, pemerintah berupaya untuk meningkatkan produksi dan nilai ekonomi tata niaga hortikultura, sementara dari sisi demand, masyarakat diimbau untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur.

Dalam agenda pembahasan bersama HarvestPlus, Menteri Suharso menekankan bahwa Indonesia fokus pada peningkatan kandungan nutrisi pangan melalui benih padi (biofortifikasi) yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pangan dan mengurangi prevalensi stunting dan wasting. Tercatat, RPJMN 2020-2024 menargetkan luas lahan produksi padi biofortifikasi hingga mencapai 200 ribu hektar pada 2024.

Untuk pengembangan komoditas perkebunan, Menteri Suharso mengunjungi MARS dan Orion Genomics, Selasa (21/6) waktu setempat. RPJMN 2020-2024 menargetkan peningkatan produksi kakao sebesar 2,7 persen dan sub sektor perkebunan sebesar 4,98 persen pada 2024, salah satunya melalui upaya peningkatan produktivitas benih kebun. Di 2018, angka produktivitas kakao nasional yang mencapai 729 kilogram/hektare/tahun, masih di bawah potensi produktivitas sebesar 2.000 kilogram/hektare/tahun.