Data Dukung Tarja B-05 dan B-06 Tahun 2022 di Evaluasi, Bagian Prohumas Temukan Ini !?

0
80

(Vibizmedia – Gorontalo) Gorontalo – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo melalui Divisi Administrasi lakukan rapat pemenuhan pelaporan data dukung target kinerja B-05 dan B-06 tahun 2022, Selasa (28/6).

Bertempat di ruang rapat kepala kantorwilayah, rapat ini merupakan tindaklanjut surat Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Nomor : SEK-PR.01.03-21 hal Penyampaian Target Kinerja Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2022. Rapat ini diikuti seluruh divisi pada Kanwil Kemenkumham Gorontalo

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Hadiyanto turut hadir dalam rapat pemenuhan data dukung target kinerja B-05 dan B-06 tahun 2022, pada Divisi Pelayanan Hukum dan HAM sendiri masih terdapat beberapa kekurangan data dukung yang harus dilengkapi diantaranya laporan IPK/IKM, SIPKUMHAM, MoU dengan Universitas, Pemilik Manfaat Pengguna Jasa (PMPJ) dan Aksi HAM.

Haidyanto menyampaikan bahwa hari ini data dukung target kinerja Divisi Pelayanan Hukum dan HAM diusahakan sudah diupload semua, dan ia memastikan sebelum diupload akan dikoreksi kembali.

Pada Divisi Pemasyarakatan target kinerja B-06 akan diupload tanggal 2 Juli 2022, karena masih menunggu daduk dari UPT yang nanti diserahkan 1 Juli 2022, sehingga di kanwil tanggal 4 Juli 2022 dapat langsung dikoreksi. Sejauh ini dari divisi pemasyarakatan sudah baik, untuk kedepannya untuk data dukung atau output dapat ditambahkan terkait dengan laporan lapas produktif dan judulnya disesuaikan dengan nomeklaturnya.

Pada Divisi Keimigrasian ada beberapa kegiatan rencana aksi yang harus dilaksanakan baik B-05 dan B-06, antara lain untuk peningkatan SDM melalui implementasi Corporate University, yaitu adanya workshop penilaian RB. Setelah data terkumpul agar dilakukan koreksi berjenjang sehingga ada perbaikan sebelum diupload.

Pada Divisi Administrasi target kinerja perihal best practice adalah adanya pengalaman dalam tusi yang dapat dijadikan role model atau pola pekerjaan sehingga orang dapat meniru pola pekerjaan tersebut sehingga berbentuk seperti modul. Salah satu contoh best practice dari imigrasi berbentuk inovasi yaitu aplikasi APOLLO untuk mendapatkan piagam penghargaan.

Sumber : Humas Kanwil kemenkumham Gorontalo