Gerakan Disinfeksi Nasional, Kolaborasi Kementan Tangani Wabah PMK

0
86
Kementan bersama BNPB dan PMI me-launching gerakan disinfeksi nasional dalam upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) (Foto: Kemkominfo)

(Vibizmedia – Nasional) Gerakan Disinfeksi Nasional, adalah salah satu upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK), yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Palang Merah Indonesia (PMI). PMK telah menyerang ternak di 19 provinsi di Indonesia.

“Kerja sama dengan BNPB, dan PMI serta semua pihak dibutuhkan dalam menghadapi serangan wabah seperti PMK ini,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo disela acara Launching Gerakan Disinfeksi Nasional PMK di Kanpus Kementan, Jakarta, Kamis (30/6/22).

Wabah PMK yang menyerang ternak khususnya sapi ini, dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ternak yang sudah terinfeksi, dengan alat atau barang bahkan bisa menyebar juga melalui udara.

“Oleh karena itu melalui sinergi lintas kementerian/lembaga bersama seluruh gubernur dan bupati di lapangan kita percaya PMK dapat kita tangani dengan baik,” tambah Syahrul.

Kolaborasi dalam penanganan PMK ini menjadikan upaya pengendalian lebih cepat dan lebih tanggap. Karena ada langkah extradionary yang disusun secara bersama diantaranya dengan BNPB, PMI, Kementerian Kesehatan hingga Kementerian Perhubungan.

Kepala BNPB, Suharyanto, juga menyatakan siap mendukung langkah Kementan dalam penanganan PMK. Dalam hal itu BNPB diberikan tugas untuk memperkuat upaya Kementan bisa berjalan lebih cepat dilapangan.

“Suatu kehormatan bagi BNPB untuk bisa mendukung upaya Kementan dilapangan dan tugas ini akan kami emban semaksimal mungkin Pak Menteri untuk membantu Kementerian Pertanian menangani PMK,” ucap Suharyanto.

BNPB akan fokus dalam membantu upaya Kementan sesuai tanggung jawab yang diberikan tanpa mengubah langkah Kementan dalam penanganan PMK yang sudah susun sebelumnya.

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI, Sibroh Malisi menyampaikan bahwa PMI siap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan PMK hingga merata di 34 Provinsi.

“Pengalaman kita dalam penangan COVID-19 sudah kita upayakan dan kita akan turun langsung mendukung Kementan dan BNPB di lapangan,”kata Sibroh.

Sebagai informasi Kementan memberikan bantuan disinfektan sebanyak 1,05 juta liter dan spuit sebanyak 800 ribu pcs, sedangkan bantuan lainnya berupa obat-obatan sebanyak 203 ribu dosis dan handspyer sebanyak 2 ribu unit.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani