Indonesia Diuntungkan oleh Commodity Boom Yang Sedang Terjadi Saat ini

0
132
(Photo: Vibizmedia)

(Vibizmedia-Nasional) Kenaikan harga komoditas internasional yang sedang terjadi memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Diperkirakan pemerintah akan mendapatkan tambahan penerimaan sebesar Rp.420 triliun akibat dari kenaikan harga batu bara, nikel, bauksit, tembaga, emas dan minyak kelapa sawit.

Kondisi pasar komoditi internasional yang menguntungkan Indonesia saat ini berdampak pada berkurangnya defisit anggaran pemerintah, semula 4,85% PDB bergeser menjadi 4,5% PDB, hal ini tentunya menjadi kekuatan tambahan pemerintah dalam usaha bangkit dari pandemi Covid19. Pemerintah pun dapat memanfaatkan tambahan pemasukan ini untuk membayar hutang jatuh tempo sebesar Rp 400 triliun pada tahun 2022 ini, kondisi ini sangat menguntungkan Indonesia disaat beberapa negara di Asia Selatan dan Afrika sedang kesulitan membayar hutang jatuh temponya tahun ini.

“Dengan penerimaan yang kuat dari commodity boom, rasio utang kita terhadap PDB sebenarnya telah turun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang mencapai Rp. 7.002,24 triliun sampai dengan 31 Mei 2022, sedangkan rasio utang terhadap PDB sebesar 38,88%.

Tercatat realisasi utang yang sebesar Rp 7.002,24 triliun sampai dengan 31 Mei 2022 mengalami kenaikan 9,1% dibandingkan realisasi posisi utang pada bulan Mei 2021 sebesar Rp 6.418,5 triliun. sedangkan dibandingkan April 2022 turun 0,54% yang mencapai Rp 7.040,32 triliun.