Komitmen Mitsubishi Jadikan Indonesia Basis Produksi dan Ekspor

0
72
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sedang menjajal salah satu mobil Mitsubishi (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam kunjungan ke Jepang beberapa waktu lalu,  Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha Jepang, salah satunya adalah dengan prinsipal otomotif Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Pertemuan itu  membahas sejumlah isu terkait kegiatan produksi mobil Mitsubishi di Indonesia

Indonesia Menjadi Basis Produksi dan Basis Ekspor Mitsubishi

Kunjungan Menperin ke Mitsubishi Motors Okazaki Plant menghasilkan komitmen Mitsubishi untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan basis ekspor. Target kinerja ekspor Mitsubishi meningkat hingga 72 ribu unit di tahun 2022,  naik 30 ribu dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini mampu memberi pertambahan surplus neraca perdagangan sebesar Rp7 triliun. “Tentunya Mitsubishi akan meningkatkan pasar ekspor, sehingga memberikan sumbangsih nyata pada kinerja ekspor Indonesia,” kata Menperin di Okazaki, Jepang, pada hari Senin (27/6) minggu ;alu.

Mitsubishi berkomitmen menambah negara tujuan ekspor, untuk itu memberikan izin kepada Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia untuk menambah 9 negara lagi. Saat ini, APM Mitsubishi di Indonesia sudah mengekspor mobil ke 30 negara. “Mitsubishi juga menyatakan bahwa Australia akan menjadi salah satu negara yang masuk dalam list ekspor mereka,” ucap Menperin.

Menperin juga menyatakan bahwa Australia merupakan pasar yang sangat penting bagi Indonesia. Terlebih lagi,  Indonesia dan Australia sudah terikat perjanjian perdagangan bebas Comperhensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).  “Pasar Australia ini sangat besar, apalagi kita sudah punya kesepakatan dagang, sehingga sayang sekali bila tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Peningkatan Kapasitas Produksi Mitsubishi di Indonesia

Kunjungan Menperin ke Mitsubishi  menindak lanjuti hasil kunjungannya pada Maret 2021  terkait dengan rencana penambahan investasi sebesar Rp11,2 triliun yang ditargetkan hingga tahun 2025. Melalui penambahan investasi ini  Mitsubishi menargetkan peningkatan kapasitas produksi di Indonesia, dari 220 ribu unit menjadi 250 ribu unit kendaraan. Rencananya,Mitsubishi akan memproduksitipe mobil Xpander Hybrid dan dua model baru, yang salah satunya akan diproduksi pada 2023.

Industri Otomotif Tanah Air Terus Ditingkatkan

Menperin menegaskan bahwa Kemenperin terus mendorong industri otomotif di Tanah Air, termasuk Mitsubishi, agar dapat mempercepat program produksi kendaraan emisi karbon rendah dengan teknologi Hybrid dan Battery Electric Vehicle (BEV) atau Electric Vehicle (EV) jenis keycar dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 tahun 2021 mengenai Kendaraan Emisi Karbon Rendah, yang diantaranya mengatur teknologi kendaraan jenis hybrid dan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai.

Menperin menjelaskan, “Kami juga terus mendorong Mitsubishi agar dapat memproduksi kendaraan KBL Berbasis Baterai di Indonesia dengan penggunaan ukuran baterai yang lebih kecil (key car)menggunakan baterai 20 kWH dan driving range 170 kilometer.”

Komponen Lokal IKM Indonesia Ditingkatkan

Pada pertemuan dengan jajaran Mitsubishi Motor Corporation yang dipimpin CEO MMC Mr. Takao Kato, Menperin juga membahas tentang peningkatan penggunaan komponen lokal Indonesia, khususnya dari industri kecil dan menengah (IKM), pada proses produksi kendaraan Mitsubishi. “Komponen otomotif produksi Indonesia telah mampu memenuhi spesifikasi, standar, dan kualitas dari pabrikan Jepang. Kami juga optimis para pelaku IKM komponen otomotif di Tanah Air akan mampu menjadi bagian dari supply chain industri otomotif Jepang,” ujarnya.