Program Inklusif Keuangan bagi Petani, Peternak dan Nelayan

0
82

(Vibizmedia – Nasional) Sebagai salah satu pilar dalam strategi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah semakin giat melakukan berbagai inisiatif program keuangan inklusif bagi semua kelompok masyarakat. Salah satu kelompok sasaran prioritas keuangan inklusif sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) adalah pelaku UMKM, petani, peternak, dan nelayan.

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan

Sektor agrikultur merupakan salah satu sektor terbesar penopang pertumbuhan ekonomi. Dengan besarnya kontribusi dan peran sektor agrikultur terhadap perekonomian nasional, Pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan dengan berkolaborasi bersama seluruh stakeholder khususnya Kementerian/Lembaga anggota Dewan Nasional Keuangan Inklusif, BUMN/BUMD, berbagai asosiasi di sektor agrikultur, dan mitra keuangan inklusif lainnya.

Mengembangkan Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital

Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan literasi keuangan dan keterampilan digital khususnya bagi petani, peternak, dan nelayan sebagai salah satu upaya transformasi ekonomi yang inklusif dan produktif dengan meningkatkan transfer of knowledge dan teknologi serta pendampingan kemitraan.

“Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dari reformasi struktural menuju ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif dalam sambutannya secara virtual pada acara Seminar Nasional Percepatan Inklusi Keuangan bagi Petani, Peternak, dan Nelayan – Parallel Event G20 Indo Livestock Expo & Forum 2022, Rabu (6/07).

Diharapkan Memberi Inspirasi Gagasan Inovatif

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga berharap forum strategis tersebut dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam sekaligus menginspirasi gagasan inovatif agar dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi strategi percepatan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap forum yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini menjadi momentum untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi melalui pengelolaan supply dan demand yang baik, mempermudah penyaluran subsidi, serta mendorong regenerasi dengan melahirkan petani, peternak, dan nelayan milenial,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPR RI, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Direksi BUMN/BUMD Perbankan dan Penjaminan, dan mitra keuangan inklusif lainnya.