Pembangunan Bendungan Keureuto Menjadi Solusi Banjir di Aceh

0
99
(Photo: Kemen BUMN)

(Vibizmedia-Nasional) Penyelesaian Bendungan Keureuto di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara sedang dikebut oleh PT Brantas Abipraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi. Heru Setiawan yang merupakan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) datang untuk memastikan percepatan pengerjaan proyek berjalan dengan baik dan sesuai target penyelesaian.

Miftakhul Anas Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya sampaikan bahwa mereka optimis Bendungan Keureuto dapat selesai tepat waktu. Memiliki fungsi utama untuk menampung air dari Sungai Krueng Keureuto, nantinya bendungan ini dapat menjadi solusi banjir di Aceh Utara.

Bendungan yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini berkapasitas tampung 215,94 juta per meter kubik serta memiliki tampungan khusus banjir sekitar 30,39 juta meter kubik. Sebagai pengendali banjir, bendungan ini mampu mengurangi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun di kawasan Aceh Utara.

Selain itu ditambahkan Anas bahwa Bendungan Keureuto juga akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi yang mampu mengairi lahan seluas 9.420 hektar. Sehingga dapat dipastikan kebutuhan air bagi masyarakat di sekitar Bendungan Keureuto dapat terpenuhi. Bukannya tanpa alasan, bendungan ini akan menyediakan air baku dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik.

Selain itu Abipraya juga akan membangun fasilitas yang menjadi nilai tambah Keureuto. Bendungan yang bakal menjadi bendungan terbesar di Sumatera ini nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 6,34 MW. Diharapkan dengan adanya bendungan ini dapat turut menyokong produktivitas irigasi di Aceh Utara dan sekitar.

Selain memberi nilai tambah untuk daerah sekitar bendungan yang dibangun Brantas Abipraya, karya infrastruktur sumber daya air yang sedang dikerjakan dan telah dirampungkan ini adalah jawaban dari tantangan climate change atau perubahan iklim yang dihadapi saat ini. Seperti diketahui hal ini membuat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan tinggi yang dapat mendatangkan banjir.

Komitmen Brantas Abipraya adalah selalu hadir untuk Indonesia dalam mempersiapkan infrastruktur guna mendukung Pemerintah dalam mengatasi tantangan perubahan iklim global. Anas menutupnya dengan menyampaikan melalui bendungan dapat meningkatkan produktifitas pertanian, memudahkan masyarakat sekitar dalam memperoleh air bersih yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.