Indonesia Elevasi Digital Innovation League Jadi Digital Inovation Network

0
68
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Stafsus Menkominfo), Dedy Permadi (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Nasional) Peningkatan status forum Digital Inovation League (DIL) menjadi Digital Inovation Network (DIN) berhasil diinisiasi oleh  Presidensi G20 Indonesia yang berpotensi memberikan dampak nyata terhadap perkembangan perusahaan rintisan atau startup di dunia.

Falisitasi Pertemuan Bisnis Antara Startup Dengan Venture Capital

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Stafsus Menkominfo), Dedy Permadi, usai 2nd Sherpa Meeting pada Senin (11/7/2022) di Labuan Bajo,mengatakan, “Indonesia mengelevasi dari DIL menjadi DIN. Perubahannya yang tadinya hanya diskusi tukar pikiran, menjadi langkah nyata mempertemukan perusahaan startup dengan venture capital dalam bussines matching.”

Peningkatan status ini mampu memfasilitasi pertemuan bisnis antara perusahaan rintisan atau startup dengan venture capital. Dengan demikian terbuka  peluang terjalinnya kerja sama antara kedua belah pihak.

Melalui pertemuan antara kedua belah pihak akan membuat jejaring antara perusahan rintisan dengan venture capital di antara anggota negara G20 dapat terjalin. Untuk itu kedua pemangku kepentingan tersebut dapat saling mendukung.

Dedy menambahkan bahwa yang diinginkan adalah ada jejaring antara negara-negara G20 sehingga bisa saling mendukung.

Ia melanjutkan bahwa kesepakatan perwakilan dari negara-negara G20 yang berada di kelompok kerja atau working group  terhadap peningkatan DIL menjadi DIN sudah mencapai persentase di angka sekitar 90 persen.

Persetujuan tinggal menunggu proses terakhir, yakni di tingkat menteri dari negara-negara anggota G20 pada puncak pertemuan Digital Economy Working Groups (DEWG). “Itu hampir konsesus. Hanya tinggal menunggu ketok palu di ministerial meeting,” tutur Dedy.

Untuk mendukung inisiasi ini maka pada September 2022 mendatang Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan antara perusahaan rintisan dan venture capital yang berasal dari anggota negara-negara G20.

Indonesia juga sudah mempersiapkan dengan matang perusahaan rintisan yang akan mengikuti gelaran pertemuan bisnis yang diinisiasi oleh forum DIN. Sehingga, perusahaan rintisan dalam negeri mampu bersaing dengan perusahaan rintisan dari negara G20 lainnya.

“Saat ini sudah masuk ke tahap kurasi, dari para perusahaan rintisan yang dibawa oleh Indonesia,” kata Dedy.

India Melanjutkan Forum DIN Berikutnya

Selanjutnya  pada 2023 India melanjutkan pertemuan bisnis forum DIN ketika menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 mendatang. Dengan demikian dipastikan ada keberlanjutan dari forum DIN di masa mendatang.

“Kami sudah berkomunikasi dengan India yang bersedia untuk melanjutkan inisiatif itu,” jelas Dedy.

Mekanisme pelaksanan forum DIN seperti layaknya pertemuan bisnis, yakni setiap perusahaan rintisan dipertemukan dalam sebuah ruangan yang berisi venture capital. Keduanya akan bertemu untuk membahas peluang terjadinya kerja sama antara kedua belah pihak.  Melalui pertemuan itu, tentunya memiliki peluang besar, agar kedua belah pihak menjalin hubungan kerja sama kelak.

“Kita sediakan ruang-ruangnya satu per satu. Agar keduanya bisa bertemu,” pungkas Dedy.