Leaders Talk FEKDI 2022: Dunia Mengakui Pengembangan Digitalisasi Indonesia

0
67

(Vibizmedia – Nasional) Dalam rangka memastikan semua inisiatif dan program terimplementasi dengan efektif, pemerintah telah memiliki strategi nasional ekonomi digital untuk mengerjakannya. Komitmen Pemerintah juga adalah terus mendorong digitalisasi di berbagai sektor seperti infrastruktur cyber optic, pembuatan prototipe low earth satelite, pengembangan data center, serta digitalisasi sektor industri, kesehatan, dan pendidikan.

Dalam sesi Leaders Talk Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) tahun 2022 yang berlangsung di Bali Internasional Convention Center, Senin (11/07), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan perkembangan digitalisasi yang sedang dilakukan Pemerintah melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa Pemerintah sudah mempunyai strategi nasional ekonomi digital. Ia menyebutkan infrastruktur seperti satelit maupun  cyber optic yang tersambung dari timur ke barat, dari Papua hingga Aceh, menekankan bahwa bagian timur juga penting untuk digitalisasi.

Menko Airlangga juga mengatakan bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Elon Musk beberapa waktu lalu sekaligus mendorong digitalisasi Indonesia tentang prototyping low earth satelite yang bisa menjadi game changer bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Dalam bentuk sektoral digitalisasi, Menko Airlangga menyatakan bahwa Indonesia telah meluncurkan industri 4.0 di tahun 2018 lalu yang ke depannya dapat menjadi game changer karena dengan adanya digitalisasi maka  industri dan service dapat digabungkan.

Selain itu, Menko juga menyatakan  keberhasilan Indonesia di bidang kesehatan dalam menangani Covid-19 adalah karena pemanfaatan digitalisasi yaitu melalui aplikasi PeduliLindungi yang telah di-install lebih dari 10 juta masyarakat. Bahkan pada tahun kedua pandemi Covid-19, Indonesia menangani Covid-19 menggunakan digital health service atau telemedicine.

“Negara lain surprised kenapa kita bisa menangani Omicron. Dengan PeduliLindungi, begitu ada yang positif, bisa menggunakan telemedicine dan obat-obatan dikirim ke rumah. Ini salah satu langkah revolusioner yang dilakukan Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Upaya Digitalisasi Indonesia Diakui Berbagai Negara

Selain itu Menko Airlangga juga menuturkan bahwa ketika menjadi pembicara pada forum-forum World Economic Forum di Davos beberapa waktu lalu, upaya Indonesia dalam melakukan digitalisasi telah diakui berbagai negara. Utamanya tentang Program Kartu Prakerja sebagai salah satu bentuk sistem financial inclusion  dalam bentuk Government to Public yang dilakukan Indonesia.

“Ini pertama kali pembayaran langsung ke e-wallet, dan Kartu Prakerja ini merupakan program Government to Public terbesar di dunia. Program Kartu Prakerja juga diapresiasi oleh UNDP, World Bank dan yang lain. Ini bisa direplikasi untuk financial inclusion di berbagai negara lain,” tutur Menko Airlangga.

Bahkan Menko Airlangga menceritakan momen ketika melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Belanda yang diantaranya membahas tentang digitalisasi dan inklusi keuangan.

Pentingnya Pendidikan Untuk Menciptakan Digital Talent

Menutup paparannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya pendidikan yaitu penciptaan digital talent untuk mendukung berbagai langkah digitalisasi yang tengah gencar dilakukan oleh Indonesia.

“Kita butuh 600.000 digital talent atau 9 juta digital talent untuk 15 tahun ke depan,” pungkas Menko Airlangga.

Acara Leaders Talk yang dimoderatori oleh Gubernur Bank Indonesia tersebut, juga turut menghadirkan narasumber secara langsung yakni Menteri Keuangan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Wakil Menteri Dalam Negeri. Sementara itu, narasumber yang hadir secara virtual yakni Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.