Mempersiapkan Era Setelah Bonus Demografi Indonesia

Indeks Penuaan Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan penurunan jumlah anak-anak dan peningkatan jumlah lansia.

0
159
Bonus Demografi
Pelaksanaan vaksin kepada Lansia (Foto: Kemenkes RI)

(Vibizmedia – Kolom) Indonesia menikmati bonus demografi saat ini, namun perlu mempersiapkan era setelah bonus demografi Indonesia berakhir. Saat ini, sebagian penduduk usia produktif telah menjadi pralansia dan sebagian lagi akan menjadi lansia ketika mencapai usia 60 tahun.

Semua penduduk usia pralansia (usia 45 – 59 tahun) akan memasuki usia lansia di saat bonus demografi usai. Penduduk pralansia jumlahnya mencapai seperempat dari penduduk usia produktif saat ini. Mereka akan memiliki kontribusi yang besar di era setelah bonus demografi.

Peningkatan jumlah lansia yang signifikan di Indonesia akan memberikan berbagai tantangan bagi negara, diantaranya adalah bertambahnya beban fiskal terutama untuk penyediaan santunan dan perlindungan sosial bagi lansia.

Mewujudkan lansia yang SMART merupakan salah satu upaya untuk meminimalkan beban tersebut, agar bonus demografi tetap dimanfaatkan.

Agar penuaan penduduk Indonesia sukses dengan lansia SMART, kelompok penduduk ini perlu mendapat perhatian baik dari sisi kesehatan maupun produktivitasnya sehingga Indonesia dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi ledakan jumlah penduduk lansia di masa mendatang.

Pulau Jawa mempunyai persentase penduduk pralansia terbesar diantara pulau yang lain. Dapat dipastikan bahwa ledakan penduduk lansia paling banyak akan terjadi di Pulau Jawa. Jika pada tahun 2020 hanya Pulau Jawa yang sudah memasuki era penduduk menua, pada era setelah bonus demografi semua pulau dianggap sudah memasuki penuaan penduduk.

Baca juga :Sebaran Penduduk atau Pemerataan Pembangunan?

Hal ini terindikasi dari jumlah penduduk pralansia pada saat ini. Provinsi-provinsi di Pulau Jawa ratarata mempunyai persentase penduduk pralansia yang cukup tinggi. Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama persentase jumlah lansia, diikuti Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta. Sementara persentase pralansia provinsi lainnya masih di bawah 18 persen.

Belajar dari Jepang dan Singapura

Beberapa negara telah mengalami penuaan penduduk seperti Jepang dan Singapura. Jepang adalah negara di Asia yang menua dengan cepat.

Jepang juga dianggap sebagai negara yang sukses dalam menangani penuaan penduduk. Saat ini, terdapat 28 persen populasi Jepang berusia di atas 65 tahun. Tingginya penduduk usia lansia ini tentunya akan berpotensi membebani sistem jaminan hari tua dan memperlambat perekonomian Jepang. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Jepang telah mengambil kebijakan dengan pendekatan yang luas untuk memenuhi kebutuhan penduduk Jepang dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jepang memiliki investasi yang cukup besar dan mendunia khususnya pada industri dengan teknologi tinggi. Dengan investasi yang besar ini mampu untuk menyokong sistem perlindungan dan perawatan bagi lansia. Tentunya investasi industri tersebut juga dimulai dari investasi di bidang pendidikan sehingga Jepang mampu mengembangkan penggunaan teknologi tinggi di segala bidang.

Pada tahun 2000, Jepang menerapkan Asuransi Perawatan Jangka Panjang yang komprehensif dan dikenal sebagai salah satu asuransi kesehatan paling lengkap di dunia. Selanjutnya, pemerintah Jepang terus meningkatkan perawatan bagi lansia dengan memperkenalkan lebih banyak model perawatan yang mengintegrasikan perawatan kesehatan, perawatan pencegahan, dan perawatan jangka panjang.

Perawatan lanjut usia di Jepang juga memanfaatkan keunggulan teknologi. Perusahaan Jepang juga berinvestasi untuk menciptakan robot perawatan untuk lansia. Teknologi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lansia di Jepang serta menurunkan biaya perawatannya.

Selain Jepang, Singapura merupakan negara yang juga menua dengan cepat.

Salah satu upaya untuk menghadapi penuaan penduduk adalah investasi Pemerintah Singapura yang signifikan pada pembelajaran seumur hidup. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia di semua golongan umur. Sejak tahun 2014, Pemerintah Singapura memberikan kredit awal sebesar 500 dollar Singapura 500 kepada setiap warga Singapura yang berusia 25 tahun ke atas untuk mengikuti kursus berbasis keterampilan yang diberi nama SkillsFuture.

Bonus Demografi
Ilustrasi Tokyo Jepang (Foto: Wikipedia)

Untuk menghadapi risiko hidup lebih lama dari sumber daya pensiun dan menghadapi adanya gangguan kesehatan lansia, Pemerintah Singapura menerbitkan skema Central Provident Fund Lifelong Income for the Elderly (CPF LIFE). Tujuannya untuk menyediakan perlindungan untuk kebutuhan pendapatan pensiun warga Singapura. Selain itu juga diterbitkan skema lain untuk memberikan biaya rawat inap seumur hidup bagi warga Singapura.

Baca juga :Bonus Demografi Berakhir 2035

Singapura dan Jepang telah mengambil tindakan yang dimulai dari awal dan sifatnya jangka panjang dalam menghadapi penuaan penduduk. Hal yang sangat diperhatikan kedua negara tersebut adalah memastikan populasi lansia mereka memiliki perlindungan asuransi kesehatan yang memadai di masa depan.

Hal ini berfungsi untuk melindungi negara dari beban perawatan kesehatan yang besar seiring dengan penuaan penduduknya. Kedua negara tersebut juga sudah memikirkan mengenai pekerjaan dan karakter ekonomi penduduknya, seiring dengan bertambahnya usia penduduk. Dengan demikian, kedua negara tersebut sudah cukup siap untuk menuai dividen penuaan penduduknya.

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia menua dengan cepat. Persentase jumlah lansia akan naik berlipat ganda dari sekitar 12 persen pada tahun 2015 menjadi sekitar 21 persen pada tahun 2050. negara-negara berkembang seperti Amerika Selatan, Afrika, dan Asia naik paling cepat, sementara negara-negara maju lebih dahulu mengalami “aging population”.

Hongkong, Jepang, dan Swiss merupakan negara dengan tingkat penduduk lansia tertinggi di dunia. Peningkatan usia harapan hidup dan penurunan angka kematian akibat membaiknya pelayanan kesehatan dan tumbuhnya perekonomian mendorong semua negara mengalami penuaan penduduk.

Saat ini Indonesia akan segera memasuki masa penuaan penduduk dengan persentase jumlah lansia yang mencapai hampir 10 persen di tahun 2020.

Di tahun 2045, jumlah lansia diperkirakan akan menjadi seperlima penduduk Indonesia. Indikasi adanya penuaan penduduk di Indonesia ditunjukkan oleh Indeks Penuaan (Ageing Index) dan Rasio Dukungan (Support Ratio). Indeks Penuaan Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu, yang menunjukkan penurunan jumlah anakanak dan peningkatan jumlah lansia.

Sementara Rasio dukungan juga mengalami penurunan yang menunjukkan angka dukungan penduduk usia produktif menurun. Jika pada tahun 2010 ada 8 orang usia produktif yang bekerja untuk menyantuni lansia, maka pada tahun 2045 diperkirakan hanya ada 3 orang saja yang akan menyantuni lansia.

Data Susenas menunjukkan bahwa lansia yang berusia lebih lanjut lebih banyak tinggal bersama keluarga yang berpenghasilan rendah.

Salah satu sebab lansia banyak berada pada keluarga berpenghasilan rendah adalah karena risiko kerentanan sosial maupun ekonomi akibat penurunan kondisi fisik dan mental pada lansia. Lansia juga memerlukan lebih banyak biaya untuk kesehatan sekaligus perawatan, khususnya bagi lansia yang tidak mampu beraktivitas lagi.

Bonus Demografi

Oleh sebab itu, lansia yang tinggal dengan keluarga tidak mampu memerlukan perlindungan sosial seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Di bidang kesehatan terdapat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memberikan prioritas bagi lansia. Pada tahun 2020, bantuan-bantuan tersebut telah tersebar ke semua keluarga lansia dan paling banyak pada keluarga lansia yang berpenghasilan rendah.

Lansia yang tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif menjadi harapan Indonesia di masa depan.

Bonus demografi yang diperoleh Indonesia saat ini berpotensi meningkatkan persentase jumlah lansia di masa mendatang.

Kondisi pralansia sebagai calon lansia di masa mendatang juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar nantinya Indonesia mampu mengalami penuaan penduduk yang sukses. Belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam menghadapi penuaan penduduk adalah salah satu upaya untuk mencapai penuaan penduduk yang sukses di masa mendatang.