Karakteristik Dan Kegunaan Tanaman Jabon Merah

0
116
Gambar. Jabon Merah di Balai Penelitian Kehutanan Manado
Gambar. Jabon Merah di Balai Penelitian Kehutanan Manado

(Vibizmedia) Tanaman Jabon merah (Anthocephalus macrophyllus) merupakan jenis tanaman lokal yang cepat tumbuh serta memiliki kegunaan yang cukup banyak. Bagi para penyuka tanaman pohon atau bahkan para komoditas perdagangan tanaman Jabon pasti tidaklah asing didengar. Di beberapa tempat di Indonesia tanaman jenis ini telah mulai dikembangkan dan ditanam oleh masyarakat. Tanaman jabon merah telah diusahakan sebagai komoditas perdagangan dari pengadaan benih, pembibitan, pertanaman, kayu dan produk olahannya. Selain untuk komoditas Hutan Tanaman Industri (HTI), jabon merah juga memiliki prospektif untuk dikembangkan melalui program berbasis masyarakat seperti Hutan Rakyat (HR) maupun Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Secara ekonomis budidaya tanaman Jabon ini menjanjikan keuntungan yang cukup bagus apabila dikerjakan dengan serius dan benar. Harga jual kayu Jabon dengan diameter yang sama bisa lebih mahal dari Sengon.

Berikut ini klasifikasi tanaman Jabon Merah menurut BPTH Sulawesi (2011) :
Nama perdagangan : Jabon merah, Orawa (Sulawesi Tenggara), Samama (Maluku), Samama merah
Nama botanis : Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil.
Family : Rubiaceae
Genus : Anthocephalus

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Balai Penelitian Kehutanan Manado, Jabon Merah atau yang lebih dikenal dengan nama lokal samama (Maluku), karumama (Sulawesi Utara) memiliki nama latin Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil., dan termasuk dalam family Rubiaceae. Secara lengkap klasifikasi jabon merah sebagai berikut.

Kingdom   : Plantae
Divisi         : Magnoliophyta
Kelas         : Magnoliopsida
Sub Kelas  : Asteridae
Ordo          : Rubiales
Famili        : Rubiaceae
Genus        : Anthocephalus
Spesies      : Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil.

Seperti apakah karakter Jabon Merah ?
Jabon merah termasuk jenis tanaman pionir cepat tumbuh (fast growing) yang tumbuh di daerah tropis. Seperti pada umumnya jenis pionir, Jabon merah termasuk jenis tanaman intoleran. Tanaman ini tidak tahan naungan dan membutuhkan pencahayaan penuh dalam periode hidupnya. Tanaman ini juga termasuk jenis yang mengugurkan daun (deciduous) dan mempunyai sifat self pruning yang cukup kuat dimana pada masa pertumbuhan cabang akan rontok dengan sendirinya.

Pohon Jabon merah dapat tumbuh tinggi sampai 45 m dengan batang bebas cabang bisa mencapai 30 m dan lingkar batang mencapai 150 cm dengan diameter 40-50 cm. Berdasarkan pengamatan pada pertanaman uji BBPBPTH Yogyakarta di Wonogiri, pada tahap awal pertumbuhan diperoleh taksiran riap tinggi 4 m/th dan riap diameter 5 cm/th. Pada umumnya berbatang tunggal (single stem), relatif lurus, silindris dan terkadang berbanir ringan. Percabangan relatif mendatar dangan sudut kurang lebih 90° terhadap batang dan membentuk tajuk seperti payung. Papagan kulit batang berwarna gelap coklat kemerahan, kulit timpasan berwarna merah jambu sampai dengan merah marun. Kayu berwarna putih kemerahan menyerupai kayu meranti merah dan tidak mempunyai kayu teras.

Daun Jabon merah secara fisik sekilas tampak mirip seperti daun jati (Tectona grandis) namun lebih tipis dan lebih lunak. Daun berbulu halus dengan posisi duduk daun bersilangan berhadapan. Helaian daun berbentuk oval atau elips dan berwarna hijau kemerahan. Tangkai relative pendek, dengan tulang daun berwarna kemerahan atau merah, menonjol di sisi bawah helaian daun. Daun muda berwarna merah, dengan daun pelindung (stipula) cukup besar berwarna hijau-merah.

Apa saja kegunaan dari tanaman Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus) ?
Kayu Jabon merah termasuk kayu lunak dengan berat jenis rendah sampai sedang. Menurut BPTH Sulawesi, kayu Jabon merah tergolong pada kelas kayu kuat I sampai II. Dari sisi keawetan termasuk golongan kelas IV dan dari sisi keterawetan (kemampuan pori-pori kayu untuk menyerap bahan pengawet) tergolong sedang. Dibandingkan dengan Jabon putih dan Sengon, kekuatan dan keawetan kayu ini lebih baik. Kayunya yang berwarna putih kemerahan dengan tekstur yang halus tanpa terlihat seratnya sangat sesuai bagi industri pulp dan kertas, venir, kayu lapis (plywood), industri meubel, peti buah, mainan anak-anak, korek api, alas sepatu, papan, dan produk kayu lainnya. Warnanya yang kemerahan dan juga arah serat kayunya yang lurus mebuat kayu Jabon merah sangat bagus untuk dibuat venir. Venir kayu Jabon merah dapat digunakan dengan baik sebagai face atau back pada industri kayu lapis. Dengan warnanya yang kemerahan kayu lapis Jabon merah sering digunakan sebagai pengganti kayu lapis dari bahan kayu Meranti merah yang semakin langka. Kayu lapis Jabon merah memenuhi syarat dan standar baku pasar Eropa, Amerika, Korea dan Jepang.