Pembahasan Isu Lingkungan, Pangan, dan Energi untuk Mencapai Pemulihan Ekonomi Dunia

0
100
Pembahasan Isu Lingkungan, Pangan, dan Energi untuk Mencapai Pemulihan Ekonomi Dunia
(Photo: Kemenkeu)

(Vibizmedia-Nasional) Dalam sela-sela hari pertama Pertemuan Ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank G20 (3rd Finance Ministers and Central Bank Governors/FMCBG) pada Jumat (15/07), Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia Sri Mulyani Indrawati adakan pertemuan bilateral fisik dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Ms. Janet Yellen. Pertemuan diawali dengan membahas isu-isu energi dan lingkungan, serta kebijakan negara masing-masing terkait isu tersebut.

Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya langkah konkret dan teknis, tidak sebatas pada ranah konseptual, untuk mendukung implementasi peralihan penggunaan pembangkit listrik ke sumber energi yang ramah lingkungan, di mana memerlukan pembiayaan yang besar. Salah satunya adalah melalui kebijakan Energy Transition Mechanism (ETM) yang telah diinisiasi dan dicanangkan oleh Indonesia bersama Bank Pembangunan Dunia (Asian Development Bank/ADB).

Menkeu Sri Mulyani dan Menkeu Yellen sepakat untuk menggarisbawahi bahwa konsekuensi isu geopolitik yang belum mengalami de-eskalasi menjadi penyebab krisis pangan dan energi yang sedang terjadi.

Menkeu menambahkan bahwa hal ini mengingat berbagai dampak yang ditimbulkan oleh konflik di Ukraina menjadi salah satu pemicu terus melambungnya harga energi dunia dan menyebabkan munculnya tantangan pada perekonomian global.

Berbagai opsi kebijakan perlu didiskusikan bersama untuk mengatasinya agar pasokan minyak dunia tetap terjaga dan harga minyak dunia dapat kembali kepada level sebelum konflik.

Penanganan krisis pangan dan energi di dunia harus diakselerasi karena sejatinya siapapun berhak untuk mengakses makanan dan energi secara terjangkau, demikian disampaikan Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani akan mendiskusikan usulan AS tersebut untuk dibahas bersama-sama dengan menteri terkait yang menangani sektor energi. Menkeu Sri Mulyani juga menegaskan bahwa hasil dari Pertemuan Ketiga FMCBG akan dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dunia. Hal tersebut selaras dengan semangat Presidensi G20 Indonesia untuk terus bekerja keras dan berkontribusi dalam menangani berbagai permasalahan utama di dunia.

Hal ini merupakan bukti nyata atas signifikansi dan relevansi peran Presidensi G20 Indonesia untuk mencapai pemulihan ekonomi global secara bersama, sejalan dengan arah tema Presidensi G20 Indonesia, “Recover Together, Recover Stronger”.

Perekonomian Indonesia Dalam Kondisi Baik