Mendagri di AEO 2022: Jadikan UMKM Sebagai Tulang Punggung Perekonomian

0
39
AEO 2022
Mendagri di AEO 2022: Jadikan UMKM Sebagai Tulang Punggung Perekonomian (Foto: Apkasi)

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah kabupaten berperan aktif dalam mendorong agar menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian khususnya dari sektor UMKM.

Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan tahunan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022 di Cendrawasih Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta, Rabu (20/07/2022).

Mendagri memberikan apresiasi kepada Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang konsisten menghimpun anggotanya untuk bergerak bersama membangkitkan ekonomi daerah melalui kegiatan AOE 2022. “Kegiatan expo ini memiliki peranan penting, di mana dalam kegiatan ini dipromosikan berbagai komoditi produk unggulan di masing-masing daerah, meliputi sektor perdagangan, tourism dan investasi. Sebagian besar di ajang ini juga ditampilkan berbagai produk dari UMKM,” katanya.

Sektor UMKM, lanjut Tito, menjadi penting untuk diprioritaskan karena telah terbukti mampu menyangga perekonomian di tengah situasi tertekan akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2022.

Dalam kondisi hampir semua daerah stagnan dan bahkan minus pertumbuhan ekonominya, ada 4 provinsi yang mampu bertahan, yakni provinsi Papua, Maluku Utara, Sulawesi Tengah yang di sana ditopang oleh investasi besar, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Di Yogyakarta ini menarik karena di sana tidak ada investasi besar, dan ketika kami menerjunkan tim untuk memonitor kondisi di lapangan ternyata kuncinya adalah UMKM, yang di sana oleh Sri Sultan, sektor UMKM ini benar-benar dihidupkan, dan terbukti saat krisis UMKM mampu berperan menjadi tulang punggung yang paling utama dalam menyangga perekonomian,” katanya.

Belajar dari keberhasilan Yogyakarta yang bisa ditiru, adalah pertama, harus ada upaya-upaya dalam mendorong UMKM, seperti ada dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi, Kedua, ada kebijakan afirmasi yang membuat UMKM terbantu dan ada dukungan dari perbankan seperti ada kemudahan dalam hal permodalan. Ketiga, pemerintah hadir dalam menyediakan platform marketplace di mana produk-produk UMKM ini bisa didaptkan secara online.

“Krisis apapun bentuknya, pada akhirnya akan membuat investor berpikir ulang apakah dananya tetap ditahan atau ditarik keluar. Kondisi ini tentunya menimbulkan kerawanan terjadinya pelarian modal, khususnya di sektor non riil seperti pasar saham dan portofolio. Lagi-lagi sektor UMKM menunjukkan bahwa ia adalah memang benar-benar sektor riil yang kemungkinan terjadinya capital flight jauh lebih rendah dibanding dengan sektor lainnya,” katanya.

Pameran Apkasi Otonomi Expo yang hanya berlangsung 3 hari ini, diharapkan magnitude-nya besar dalam mendukung pertumbuhan UMKM, dan memancing para pelaku usaha lainnya untuk berbuat yang sama, yaitu membesarkam UMKM dan menjadikannya tulang punggung negara.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani
Foto: BPMI