Kolaborasi Indonesia – Kanada, Tingkatkan Ekspor Kopi Indonesia ke Seluruh Dunia

0
93
ekspor kopi
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga memberikan sambutan pada International Business Matching “National Business Meeting Ijen Coffee Market” yang berlangsung di Kokoon Hotel Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 20 Juli 2022 (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional)  Saat ini bermunculan banyak pengusaha kopi baru  dikarenakan meningkatnya konsumsi kopi di dalam negeri dan tingginya antusiasme masyarakat akan kopi. Hal ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk itu perlu meningkatkan produksi kopi dan efisiensi proses produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke seluruh dunia, termasuk ke Kanada.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam National Business Meeting Ijen Coffee Market di Banyuwangi, Rabu (20/7).

Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani; Chargé d’affaires Embassy of Canada to Indonesia, Richard Le Bars; Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Samsul Widodo; Senior Manager National Support for Local Investment Climate / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED) Natalie Leonhardt.

Kolaborasi Indonesia – Kanada untuk Menghubungkan Petani dan UKM Kopi ke Pebisnis Kopi Besar Indonesia

“Kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Kanada melalui NSLIC/NSELRED merupakan upaya sinkronisasi dalam menghubungkan para petani dan UKM kopi ke para pebisnis kopi besar di Indonesia. Dengan begitu, akan membuka peluang kerja sama dalam pemenuhan kebutuhan kopi,” terang Wamendag.

Wamendag menyampaikan apresiasinya kepada NSLIC/NSELRED sebagai proyek inti kemitraan berkelanjutan antara Pemerintah Indonesia dan Kanada yang telah terjalin sejak 2016.

Program Ini Telah Memberi Manfaat bagi 5.000 UKM dan 71.000 Pelaku Usaha

Program ini dinilai sangat baik karena telah memberikan manfaat kepada lebih dari 5.000 UKM dan 71.000 pelaku usaha. Di sisi lain, proyek ini juga turut mendukung ekonomi lokal di dalam Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) dengan fokus pada peningkatan sumber daya manusia dan kelembagaan lokal, serta komoditas unggulan lokal dalam nilai rantai pasokan.

Kemendag Aktif Mendukung Peningkatan Ekspor Kopi Indonesia

Menurut Wamendag, Kementerian Perdagangan secara aktif selalu mendukung peningkatan ekspor kopi Indonesia. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan kelompok produsen kopi untuk meningkatkan kapasitas ekspor melalui kombinasi lokakarya, pelatihan tatap muka dan daring, promosi eksportir UKM Indonesia dan produknya kepada pembeli potensial, pertemuan bisnis, serta berpartisipasi dalam pameran dagang internasional.

Indonesia, lanjut Wamendag, memiliki peluang besar memperluas kehadirannya di pasar kopi global jika tantangan unik yang menghambat ekspansi bisa diatasi. Standardisasi praktik, persyaratan teknis, dan spesifikasi produk semakin penting dalam perdagangan global. Contohnya, biji kopi Indonesia mengalami hambatan masuk pasar Eropa karena tingkat residu yang melebihi batas maksimal sesuai regulasi Komisi Eropa.

“Kementerian Perdagangan siap membantu petani kopi Indonesia terkait masalah residu pestisida yang menyebabkan terhambatnya ekspor kopi Indonesia ke Eropa,” tegas Wamendag.

Di samping itu, Kementerian Perdagangan juga telah menjalin kerja sama dengan Arise Plus dan Uni Eropa untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran Indikasi Geografis (IG) sebagai komponen penting dalam meningkatkan ekspor kopi Indonesia melalui jenama (branding) dan produksi produk IG Indonesia.

Saat ini, tercatat sebanyak 111 produk IG Indonesia, antara lain Kopi Ijen-Raung, Kopi Kintamani, Kopi Wamena, Kopi Sindoro-Sumbing, Kopi Kalosi, Kopi Manggarai, Kopi Mandailing, Kopi Gayo, Kopi Preanger, Kopi Sipirok, Kopi Koerintji, Kopi Simalungun, Kopi Lintong, Kopi Toraja, dan lain sebagainya.

Wamendag menambahkan, Kementerian Perdagangan secara aktif mendukung peningkatan ekspor kopi melalui kerja sama dengan kelompok produsen kopi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas ekspor melalui kombinasi lokakarya, pelatihan tatap muka dan daring, promosi eksportir UKM Indonesia dan produk mereka kepada pembeli potensial, pertemuan bisnis, serta berpartisipasi dalam pameran dagang internasional.

Indonesia Sebagai Negara Eksportir Kopi Posisi Ke-10 Dunia

Nilai ekspor kopi Indonesia (HS 0901) ke dunia pada 2021 mencapai USD 851 juta.

Wamendag menyatakan, pada 2021 Indonesia menempati posisi ke-10 dalam daftar eksportir kopi dunia. Sedangkan 3 besar eksportir kopi dunia adalah Brasil, Swiss, dan Jerman. 5 pasar terbesar ekspor kopi Indonesia yaitu Amerika Serikat, Mesir, Jepang, Spanyol, dan Malaysia. Selain memproduksi kopi biasa, Indonesia juga memproduksi beberapa kopi spesialti seperti kopi Sumatra, kopi Sulawesi, Aceh Gayo, Kintamani, Papua Wamena, Flores Bajawa, dan kopi Jawa.

Nilai ekspor kopi periode Januari—Mei 2022 mencapai USD 394 juta, meningkat 37 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

ekspor kopi
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga dalam International Business Matching “National Business Meeting Ijen Coffee Market” yang berlangsung di Kokoon Hotel Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 20 Juli 2022 (Foto: Kemendag)