Mendagri: UMKM Terbukti Menyangga Perekonomian

0
54
potensi unggulan daerah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka event Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022 pada 20-22 Juli 2022, bertempat di Hall A dan B, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan-Jakarta. (Foto: Lidya Emi T/ Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional) Saat membuka  Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022 di Cendrawasih Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan -Jakarta, Rabu (20/7), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah kabupaten berperan aktif mendorong tumbuh kembangnya sektor UMKM.

Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang konsisten meskipun dalam situasi masih ada ‘ekor’ pandemi Covid-19 tapi bisa menghimpun anggotanya untuk bergerak bersama membangkitkan ekonomi daerah melalui kegiatan AOE 2022.

“Kegiatan expo ini memiliki peranan penting, di mana dalam kegiatan ini dipromosikan berbagai komoditi produk unggulan di masing-masing daerah, meliputi sektor perdagangan, tourism dan investasi. Sebagian besar di ajang ini juga ditampilkan berbagai produk dari UMKM,” katanya.

Sektor UMKM Terbukti Mampu Menyangga Perekonomian

Tito menegaskan bahwa sektor UMKM menjadi penting untuk diprioritaskan karena telah terbukti mampu menyangga perekonomian di tengah situasi tertekan akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2022.

Belajar dari Keberhasilan Yogyakarta

Dalam kondisi hampir semua daerah stagnan dan bahkan minus pertumbuhan ekonominya, ada 4 provinsi yang mampu bertahan, yakni Papua, Maluku Utara, Sulawesi Tengah yang di sana ditopang oleh investasi besar, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Di Yogyakarta ini menarik karena di sana tidak ada investasi besar, dan ketika kami menerjunkan tim untuk memonitor kondisi di lapangan ternyata kuncinya adalah UMKM, yang di sana oleh Sri Sultan, sektor UMKM ini benar-benar dihidupkan, dan terbukti saat krisis UMKM mampu berperan menjadi tulang punggung yang paling utama dalam menyangga perekonomian,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Tito, belajar dari keberhasilan Yogyakarta yang bisa ditiru, adalah pertama, harus ada upaya-upaya dalam mendorong UMKM, seperti ada dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi, Kedua, ada kebijakan afirmasi yang membuat UMKM terbantu dan ada dukungan dari perbankan seperti ada kemudahan dalam hal permodalan. Ketiga, pemerintah hadir dalam menyediakan platform marketplace di mana produk-produk UMKM ini bisa didaptkan secara online.

Dalam situasi global yang sedang tidak baik-baik saja, lanjut Tito, suasana krisis mulai terasa dampaknya mulai dari mulai sektor pangan, energi, keuangan dan merembet ke politik.

Di Tengah Krisis, UMKM adalah Sektor Riil

“Krisis apapun bentuknya, pada akhirnya akan membuat investor berpikir ulang apakah dananya tetap ditahan atau ditarik keluar. Kondisi ini tentunya menimbulkan kerawanan terjadinya pelarian modal, khususnya di sektor non riil seperti pasar saham dan portofolio. Lagi-lagi sektor UMKM menunjukkan bahwa ia adalah memang benar-benar sektor riil yang kemungkinan terjadinya capital flight jauh lebih rendah dibanding dengan sektor lainnya,” katanya sambil menambahkan tinggal mendorong kreativitas UMKM agar lebih ditingkatkan.

Apkasi Otonomi Expo Mampu Mendukung Pertumbuhan UMKM

“Pameran Apkasi Otonomi Expo memang hanya 3 hari, namun magnitude-nya bisa sangat besar dalam mendukung pertumbuhan UMKM, dan memancing para pelaku usaha lainnya untuk berbuat yang sama, untuk membesarkam UMKM dan menjadikannya tulang punggung negara kita,” tukasnya.

Apkasi Otonomi Expo 2022, Ajang Promosi Potensi Unggulan Daerah