Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 Dorong Pengembangan Ketrampilan Digital UMKM

0
58
ketrampilan digital umkm
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam acara Center for Digital Society (CfDS) bertema “UMKM Berdaya Untuk Indonesia” di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (21/7/2022), Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong, menyatakan bahwa salah satu fokus  Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) G20 2022 adalah menyokong pengembangan keterampilan digital para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perlu Mengembangkan Ketrampilan dan Literasi Digital UMKM

Usman menjelaskan bahwa yang dibahas dalam Pertemuan Ketiga Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) sebagai rangkaian G20 antara lain adalah keterampilan digital dan literasi digital. Dalam hal ini memang perlu mengembangkan para pelaku UMKM untuk memiliki keterampilan menggunakan teknologi digital.

Pengembangan keterampilan digital bagi UMKM diperlukan agar mereka bisa memasarkan produk-produknya di pasar online (e-commerce). Tidak hanya itu. Dengan keterampilan digital, UMKM diharapkan bisa menghasilkan teknologi atau aplikasi yang bisa dipergunakan oleh para pelaku usaha lain sejenis.

Ajak Masyarakat Gunakan Teknologi Digital untuk Hal Baik, Positif dan Produktif

Dalam program literasi digital, Kementerian Kominfo selaku penanggung jawab DEWG G20 mengajak orang-orang Indonesia menggunakan teknologi digital untuk hal-hal baik dan produktif.

“Jadi kita menggunakan teknologi digital bukan untuk menyebarkan hoaks atau untuk menyebarkan ujaran kebencian.  Kami bekerja sama dengan platform dan Meta membuat program literasi digital,” jelasnya.

Kominfo juga melibatkan pemuka agama hingga generasi muda untuk turut mengajak masyarakat memanfaatkan ruang digital secara produktif.

Lakukan Pendampingan bagi UMKM Berjualan di Platform Digital

Dia menegaskan bahwa Kominfo terus melakukan pendampingan terhadap UMKM untuk berjualan secara aktif di platform digital, misalnya bagi UMKM sektor pengolahan yang berada di 10 destinasi wisata prioritas. Kominfo sudah melakukan pendampingan terhadap 26.000 UMKM di sektor makanan, minuman, kerajinan kayu, anyaman, tekstil, pakaian jadi, mebel, kerajinan kulit, dan kerajinan tangan sepanjang 2021.

“Pada 2022 dari Mei hingga Oktober nanti, kita sedang melakukan pendampingan bagi 30.000 UMKM untuk meningkatkan kemampuan untuk teknologi 4.0 bagi produsen sektor pengolahan di 13 kawasan prioritas, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Mengurangi Ketimpangan Digital di antara Negara Anggota G20

Hal ini sejalan dengan fokus Presidensi G20 Indonesia, melalui forum DEWG. Yaitu mendorong kecakapan digital dan mengurangi terjadinya ketimpangan digital di antara negara-negara anggotanya. “Karena ada ketimpangan dalam kemampuan menggunakan teknologi digital antara negara satu dan lainnya,” imbuhnya.

Selain Dirjen IKP Kominfo Usman Kansong, hadir pula Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Semuel A Pangerapan, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif, Direktur Kebijakan Publik Meta di Asia Tenggara Rahimah Abdulrahim, Public Affair Manager Gojek Andit Nur Intasworo, Government Relation Lead DANA Reancy Triashari, dan Regional SME Bali Nusra Telkomsel Achmad Syafrian.

https://www.vibizmedia.com/2022/07/22/indonesia-targetkan-menjadi-pusat-digital-asean-di-2024/