Gubernur BI: Kredit UMKM Naik Sebesar 17,37% Pada Juni 2022

0
54
perry warjiyo
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (Foto: Humas Bank Indonesia)

(Vibizmedia РNasional) Dalam siaran pers seperti yang dilansir Info Publik, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat sebesar 17,37 persen (year on year/yoy) pada Juni 2022.

Perry menyatakan bahwa dalam upaya mengakselerasi pemulihan intermediasi guna memperkuat momentum pemulihan ekonomi, Bank Indonesia terus mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor prioritas dan inklusif, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas lainnya dan dunia usaha.

Ketahanan Sistem Keuangan Terjaga dan Intermediasi Perbankan Meningkat

Perry mengungkapkan bahwa ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan terus meningkat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/ CAR) perbankan Mei 2022 tetap tinggi sebesar 24,67 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) tetap terjaga, yakni 3,04 persen (bruto) dan 0,85 persen (neto).

Pada Juni 2022, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,13 persen (yoy), sementara intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan dengan pertumbuhan kredit sebesar 10,66 persen (yoy).

Perry juga menambahkan adanya intermediasi yang membaik terutama pada kredit produktif, yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi, serta pada sebagian besar sektor ekonomi.

Sedangkan dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit perbankan tetap longgar, terutama di sektor Industri, Perdagangan dan Pertanian seiring dengan membaiknya persepsi risiko kredit.

Pemulihan Kinerja Korporasi, Perbaikan Penjualan di Perdagangan dan Industri

Dari sisi permintaan, pemulihan kinerja korporasi terus berlanjut, tercermin dari perbaikan penjualan terutama di sektor Perdagangan dan Industri. Perbaikan kinerja tersebut meningkatkan kemampuan membayar dan belanja modal korporasi, serta meningkatkan permintaan pendanaan dari korporasi.

“Dengan memperhatikan perkembangan dan upaya yang dilakukan di atas, pertumbuhan kredit pada 2022 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan prakiraan sebelumnya, menjadi dalam kisaran 9,0-11,0 persen (yoy) dengan kecukupan likuiditas perbankan yang tetap terjaga,” ungkap Perry.