Industri Kopi Indonesia Meningkat Signifikan, Selenggarakan Pelatihan 3 in 1 Barista

0
71
industri kopi
Roastery, cafe dan warung atau kedai kopi Indonesia berkembang pesat, baik di kota besar maupun kota kecil. (Foto: Hanny Nugrahani/Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional) Peluang besar dimiliki Indonesia dalam pengembangan industri pengolahan kopi. Tidak perlu diragukan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam sebagai potensi bahan baku yang diperlukan. Ditambah lagi dengan  adanya  pasar yang besar. Saat ini yang diperlukan adalah strategi yang tepat seperti hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi Indonesia.

Kebijakan Hilirisasi Industri Berikan Multiplier Effect

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan di Jakarta, Jumat (22/7) menyatakan bahwa selama ini, kebijakan hilirisasi industri telah memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, mulai dari meningkatnya penerimaan devisa hingga penyerapan kerja.

Arus Gunawan menekankan bahwa hilirisasi industri bisa berjalan baik karena salah satunya ditopang dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Hal ini terkait untuk pemanfaatan teknologi dan dalam upaya menciptakan inovasi. Ia melanjutkan bahwa jika aspek-aspek tersebut terpenuhi maka ia optimis bahwa industri nasional bisa lebih berdaya saing global. Terlbeih lagi industri merupakan motor penggerak utama perekonomian nasional.

Program Diklat 3 in 1 Barista

Guna menunjang kinerja industri pengolahan kopi, BPSDMI Kemenperin memiliki program Diklat 3 in 1 Pengolahan dan Penyajian Kopi (Barista). Diklat 3 in 1 meliputi pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja di industri.

Program Diklat 3 in 1 Barista telah diselengarakan beberapa waktu lalu oleh BDI Makassar yang bekerjasama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim (BBIHPMM) Kemenperin serta Pemerintah Provinsi Lampung.

Arus mengatakan bahwa peningkatan skill melalui Diklat 3 in 1 ini sangat diperlukan untuk menunjang industri pengolahan kopi yang cukup besar, khususnya di Lampung. Berdasarkan data BPS tahun 2021, perekonomian di Provinsi Lampung salah satunya dikontribusikan oleh industri pengolahan sebesar 19,65%.

Lebih jauh lagi ia menjelaskan bahwa total produksi kopi di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 774.600 ton di mana Sumatera Selatan adalah penyumbang terbesar dengan jumlah sebesar 201.000 ton,  disusul Lampung sebesar 118.000 ton.

Kinerja Industri Pengolahan Kopi Indonesia Meningkat Hingga Global

Arus juga menyatakan bahwa kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terbukti dengan adanya roastery, cafe dan warung atau kedai kopi yang berkembang pesat, baik di kota besar maupun kota kecil.

“Dengan perkembangan tersebut, Indonesia yang semula dikenal sebagai produsen kopi, perlahan berkembang menjadi negara konsumen kopi. Bahkan, industri pengolahan kopi nasional tidak hanya menjadi pemain utama di pasar domestik, tetapi juga telah merambah sebagai pemain global,” imbuhnya.

Indonesia Negara Produsen Biji Kopi Terbesar Keempat Dunia

Di pasar global, Indonesia merupakan negara produsen biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sekitar 700 ribu ton per tahun atau sekitar 9% dari produksi kopi dunia. Sementara itu, volume produksi biji kopi pada tahun 2021 sebesar 765.415 ton.

Industri Mamin Sebagai Sektor Manufaktur Prioritas

Arus menambahkan, pemerintah telah menetapkan industri makanan-minuman (mamin) menjadi salah satu dari tujuh sektor manufaktur yang diprioritaskan pengembangannya sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Dari sisi kualitas SDM, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi yang telah dijalankan, antara lain melalui peningkatan kapasitas barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper).

Dorong Pelaku Industri Kopi Untuk Berinovasi  Ciptakan Nilai Tambah

“Selain itu, pemerintah terus mendorong para pelaku industri kopi nasional untuk memanfaatkan masa pandemi dengan berinovasi dan menciptakan nilai tambah melalui penguatan penerapan teknologi, sustainability, dan traceability,” imbuhnya.

industri kopi
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan (Foto: Kemenperin)