Smart Fisheries Village, Wajah Kampung Perikanan Jadi Modern dan Berdaya Saing

0
67
kampung perikanan
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, I Nyoman Radiarta, dalam talkshow Bincang Bahari mengupas Smart Fisheries Village secara hybrid, Kamis , 21 Juli 2022 (Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan)

(Vibizmedia- Nasional)  Dalam rangka memperkuat kemandirian kampung perikanan di Indonesia supaya lebih modern dan produktif maka  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan inovasi Smart Fisheries Village (SFV). Diharapkan melalui penguatan teknologi digital maka SFV bisa “go digital.”

Untuk merealisasikan SFV, KKP giat melakukan kolaborasi  lintas sektor dengan tujuan menyukseskan program inovasi yang sejalan dengan prinsip ekonomi biru tersebut.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, I Nyoman Radiarta, dalam talkshow Bincang Bahari mengupas SFV secara hybrid, Kamis (21/7/2022) mengungkapkan bahwa  pelaksanaan  program Smart Fisheries Village atau kampung perikanan pintar adalah  ingin memadukan pertumbuhan ekonomi dan bekerja bersama masyarakat sambil tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dengan berbasis digital teknologi kekinian.

Nyoman menjelaskan bahwa  program SFV akan mengubah wajah kampung perikanan menjadi lebih berdaya saing karena kegiatan ekonomi di dalamnya menjadi lebih beragam, seperti adanya spot wisata hingga produksi produk UMKM. Pengembangan pilot project SFV sudah dilakukan di Desa Panembangan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Gandeng Berbagai Pihak

Selain mengandalkan sumber daya internal salah satunya para penyuluh, pihaknya juga menggandeng kementerian lembaga, perbankan, akademisi, hingga industri teknologi dan telekomunikasi.

Nyoman menambahkan, inovasi SFV diciptakan untuk mendukung akselerasi program prioritas KKP yakni pembangunan kampung budidaya berbasis kearifan lokal serta kampung nelayan maju.

Melahirkan Inkubasi Bisnis UMKM Moden Berbasis Teknologi Informasi

Nyoman melanjutkan bahwa dengan kolaborasi yang baik dan menjadi satu kesatuan, maka inovasi ini dapat melahirkan inkubasi bisnis UMKM modern berbasis teknologi informasi yang ada saat ini. Juga melaksanakan transfer skil dan kemampuan kepada masyarakat desa sehingga bisa lebih berkembang  melalui teknologi yang menjadi kunci pemanfaatan SFV.

Portal Akan Dibangun untuk Mendaftarkan Desanya Secara Mandiri

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, mengatakan nantinya akan dibangun sebuah portal atau website yang memudahkan para pengelola desa untuk mendaftarkan desanya secara mandiri ikut dalam program SFV.

“Kita akomodasi desa yang sudah siap go digital untuk self registration melalui portal agar memudahkan verifikasinya. Dengan minim kontak manusia di tahap awal akan membuat verifikasi menjadi lebih kredibel,” katanya.

Solusi Tepat Tingkatkan Produktivitas Desa Perikanan

Direktur Perencanaan Teknis, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendes Dewi Yuliani menilai SFV merupakan solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa berbasis perikanan. Dengan inovasi, pengembangan potensi perikanan yang ada di desa menjadi lebih optimal.

Pihaknya bahkan siap terlibat dalam implementasi SFV di Indonesia. Menurutnya membangun desa memang butuh kolaborasi karena banyaknya tantangan, di antaranya kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, hingga infrastruktur.

“Untuk bisa membangun desa kita perlu melakukan kolaborasi, dan sudah berapa kali kami melakukan pertemuan dengan KKP untuk membahas kerjasama ke depan seperti apa. Kami juga punya program dana desa yang mungkin bisa dielaborasi,” terangnya.

Perbankan Siap Mendukung Melalui Pemberian Literasi Keuangan

Dukungan juga datang dari perbankan yang siap memberikan literasi keuangan dan akses permodalan kepada masyarakat.

Di samping itu, program SFV dinilai mendukung lahirnya ekosistem digital di pedesaan yang juga menjadi target pengembangan perbankan saat ini.

“Ketika ekosistem tersebut terbentuk, harapannya harapannya para pembudidaya, nelayan, dan masyarakat di sana, ibu-ibu bisa mendapatkan pendapatan yang meningkat,” terang Asistance VP Division of Small Business and Programs BNI Chandra Bagus Sulistyo, yang juga menjadi narasumber dalam program Bincang Bahari KKP tersebut.

Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sekaligus Ketahanan Pangan

Tribe Leader Aquaculture & Fisheries Telkom Indonesia Ahmad Rosadi Djakarsih mendukung penuh implementasi SFV untuk pertumbuhan ekonomi sekaligus solusi ketahanan pangan. Program SFV juga sejalan dengan program kerja berbasis perikanan dan pertanian yang telah dilakukan pihaknya selama ini.

“Harapan kami dari kerja sama ini bisa memberikan manfaat lebih banyak lagi,” ujar Ahmad Rosadi.

Siap Integrasikan Platform Desa Digital dan Laut Nusantara

Sementara itu, Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O Baasir mengaku siap mengintegrasikan platform yang ada di perusahaannya untuk mendukung penerapan SFV di desa-desa tujuan. Dua belah pihak sudah menjalin kerjasama yang baik selama ini, di antaranya dalam menghadirkan aplikasi Laut Nusantara.

Marwan turut memberi masukan pentingnya analisis berbasis data dalam implementasi program SFV di lapangan, sehingga target pembentukan ekosistem digital, pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Program yang dibangun juga menjadi lebih tepat sasaran.

“Secara sistem dan platform kami sudah ada Desa Digital dan Laut Nusantara, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan SFV. Tantangannya mengintregasikan sehingga saling mendukung, dan ini bisa dilakukan. Mudah-mudahan kita bisa mempercepat apa yang bisa kita lakukan,” terangnya.