Kunker Menkominfo ke AS Bertemu Pimpinan Perusahaan Penerbangan dan Teknologi Dunia

0
72
menkominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Nasional) Dimulai pada Minggu (24/7/2022) hingga Sabtu (30/7/2022), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, melakukan kunjungan kerja (Kunker) Ke Amerika Serikat (AS) selama seminggu.

Seperti dilansir  InfoPublik, agenda Menkominfo adalah melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan penerbangan dan teknologi dunia yang berkantor  di negara Paman Sam ini.

Agenda pada Senin (25/7/2022) adalah berada di Los Angeles untuk menemui tiga pimpinan perusahaan, yakni Boeing, Space X, dan HNS sejak pagi hingga malam.

Keesokan harinya pada Selasa (26/7/2022), agenda Menkominfo adalah melakukan rapat persiapan pertemuan dengan Qualcomm, salah satu perusahaan teknologi terkemuka dunia.

Sedangkan pada Kamis (28/7/2022), Menkominfo dijadwalkan bertolak dari Los Angeles ke San Fransisco untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan Maxar Technologies (perusahaan teknologi antariksa) pada siang dan Meta (induk perusahaan Facebook) pada sore hari.

Kemudian pada Jumat (29/7/2022), Menkominfo diagendakan berkunjung ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan perwakilan mahasiswa Indonesia di AS pada pagi hingga menjelang siang  untuk melakukan pertemuan dengan Y Combinator (perusahaan inkubator startup) pada siang hingga sore.

Menteri Johnny dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Sabtu (30/7/2022) siang dan diperkirakan tiba pada Minggu (31/7/2022).

Sebelumnya, Menkominfo sempat berencana menyaksikan persiapan peluncuran Satelit Republik Indonesia (Satria)-1 pada minggu depan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

“Minggu depan saya ke Amerika Serikat untuk melihat persiapan peluncuran satelit pertama kita (SATRIA-1),” ujar Menkominfo usai membuka Pertemuan Ketiga Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 atau 3rd Digital Economy Working Group (DEWG) Meeting G20 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (20/7/2022).

Menurut Menkominfo Johnny, SATRIA-1 memiliki kapasitas 150 gigabyte per second (Gbps) dengan kemampuan tiga kali lebih besar dari total sembilan satelit yang digunakan Indonesia saat ini.

Satelit itu dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) itu rencananya akan diluncurkan pada kuartal pertama 2023 mendatang.

“Di kuartal kedua akan disusul juga sekitar Juli atau Agustus (2023) ya, dengan satelit kedua kita,” imbuhnya.

Proyek Satelit Multifungsi (SMF) Satelit Republik Indonesia (SATRIA) dilakukan untuk meningkatkan  kualitas layanan publik melalui pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah 3T dan perbatasan.

Sehingga diharapkan seluruh layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, administrasi pertahanan dan keamanan, serta pemerintahan daerah di seluruh wilayah Indonesia dapat terkoneksi internet.

Satelit SATRIA ini merupakan solusi bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau Proyek Palapa Ring. Berkapasitas sebesar 150 Gbps, Satelit SATRIA menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-Band, dan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh wilayah Indonesia.

Berbeda dengan satelit lainnya, Satelit SATRIA didesain khusus untuk koneksi internet. Konstruksi dimulai akhir tahun 2019 dan diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2022. Pada 2023, Satelit SATRIA diharapkan sudah dapat beroperasi untuk mendukung konektivitas layanan, serta meningkatkan ekonomi digital Indonesia.