Menkominfo Kunjungi Boeing dan SpaceX Pastikan Kemajuan Pembuatan Satelit

0
64
kunjungan kerja pembuatan satelit
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate bertemu dengan perwakilan SpaceX saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Senin (25/07/2022). Kunjungan kerja Menkominfo ini dilakukan untuk memastikan kemajuan pembuatan satelit di Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System. (Foto: Dok Kemenkoinfo)

(Vibizmedia – Nasional) Saat ini Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate sedang melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Tujuan kunjungan kerja ini adalah memastikan kemajuan pembuatan satelit  di Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System.

Boeing adalah  perusahaan manufaktur satelit untuk proyek Hot Backup Satellite (HBS). Sedangkan SpaceX  adalah perusahaan penyedia roket peluncur (rocket launcher) untuk HBS tersebut. Hughes Network System adalah perusahaan yang menyediakan solusi broadband bagi satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan HBS.

Dalam kunjungan kerja kali ini Menkominfo didampingi Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo Anang Latif, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail, dan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong.

Pada bulan Maret lalu BAKTI Kemkominfo  telah menandatangani kontrak proyek HBS dengan pemenang lelang Konsorsium Nusantara Jaya. Konsorsium Nusantara Jaya merupakan gabungan dari beberapa perusahaan, yaitu PT Satelit Nusantara Lima, PT DSST Mas Gemilang, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera.

Pentingnya Pengembangan Proyek Hot Backup Satellite (HBS)

Direktur Utama BAKTI Anang Latif menjelaskan bahwa ada beberapa alasan pentingnya pengembangan proyek HBS ini.

Ia menjelaskan bahwa HBS dipilih dalam rangka menyediakan dukungan cadangan untuk memitigasi segala risiko yang mungkin terjadi pada satelit SATRA-1. Selain memiliki fungsi utama sebagai cadangan bagi SATRIA-1, penyediaan HBS bertujuan untuk menambah kecepatan internet dan meningkatkan user experience.

Proyek pembuatan HBS berlangsung sejak 19 Oktober 2021 ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BAKTI melaksanakan pengadaan dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Penyediaan Hot Backup Satellite untuk Transformasi Digital

Dirjen SDPPI Kemkominfo Ismail menjelaskan bahwa teknologi satelit ini merupakan pilihan paling tepat untuk mengatasi permasalahan pemerataan akses internet bagi negara yang bentang wilayahnya berkepulauan seperti Indonesia ini.

Ia melanjutkan bahwa dengan adanya satelit maka titik-titik terpencil dapat dijangkau dengan relatif mudah dan merata. Teknologi satelit melengkapi berbagai penyediaan infratruktur akses sinyal dan internet yang telah dibangun Kementerian Kominfo seperti jaringan tulang punggung internet berkecepatan tinggi dan ribuan BTS 4G di daerah Terdepan, Terluar, dan tertinggal (3T).

Program HBS direncanakan memulai konstruksinya tahun 2022 ini dan akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2023. Diharapkan pada kuartal keempat tahun 2023 sudah dapat beroperasi melayani masyarakat.

Selain mengunjungi Boeing, SpaceX dan Hughes Network System, Menkominfo Johnny G. Plate juga bertemu dengan Qualcomm, Cisco, Maxar, dan Meta.

Kunker Menkominfo ke AS Bertemu Pimpinan Perusahaan Penerbangan dan Teknologi Dunia