Kemendag Adakan Kesepakatan Bisnis dengan Pembeli Jepang untuk Produk Perikanan

0
57
produk perikanan
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menyelenggarakan kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) untuk produk perikanan dengan pembeli asal Jepang secara hibrida di Jakarta, pada Senin (25/7). (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menyelenggarakan kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) untuk produk perikanan dengan pembeli asal Jepang secara hibrida di Jakarta, pada Senin (25/7).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan produk perikanan, khususnya produk perikanan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di pasar Jepang. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Ditjen PEN dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Japan External Trade Organization (JETRO).

Diikuti 5 Perusahaan Perikanan Sulut dan 3 Pembeli asal Jepang

Peserta kegiatan ini adalah lima perusahaan perikanan asal Sulawesi Utara dan tiga pembeli dari Jepang. Acara ini juga dihadiri Vice President Director Jetro Indonesia Yusuke Yoshida, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Edwin Kindangen, perwakilan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, serta perwakilan kantor bea dan cukai Sulawesi Utara.

Ajak Semua Pelaku Bisnis Garap Potensi Bisnis dan Memanfaatkan Akses ke Pasar Jepang

Saat membuka kegiatan ini, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyatakan ajakannya kepada para pelaku bisnis dari kedua pihak untuk bersama-sama menggarap potensi bisnis, mengubahnya menjadi hasil bisnis, serta memanfaatkan akses pasar perikanan yang sudah dimiliki di pasar Jepang.

Pemerintah Membuka Layanan Penerbangan Kargo ke Bandara Jepang

Didi berpendapat bahwa peningkatan akses pasar ekspor tidak lepas dari upaya pemerintah daerah setempat dalam membuka layanan penerbangan kargo khusus yang menghubungkan Bandara Sam Ratulangi dengan Bandara Narita Jepang. Upaya ini tentu mendukung eksportir Provinsi Sulawesi Utara untuk menangkap peluang bisnis dan memperkuat daya saing komoditas ekspor kelautan Provinsi Sulawesi Utara ke Jepang.

Dari Kontak Menjadi Kontrak

Didi berharap, kegiatan business matching dapat menjembatani kontak menjadi sebuah kontrak dan memperluas jejaring antara Indonesia dan Jepang agar tumbuh saling menguntungkan.

“Memang peristiwa ini menjadi momentum bagi pemulihan ekonomi di tengah masa yang penuh tantangan. Khususnya saat perekonomian global dilanda krisis multidimensi pascapandemi. Diharapkan, melalui kegiatan ini hubungan ekonomi, khususnya perdagangan antara Indonesia dan Jepang terus berkembang,” pungkasnya.

Jepang Adalah Pasar Ekspor Produk Perikanan Kedua Terbesar

Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi dengan sumber daya komoditas perikanan yang melimpah. Salah satunya, ikan tuna sebagai komoditas ekspor terbesar dengan kualitas tekstur dan rasa daging yang sangat bagus.

Menurut Data Statistik Indonesia, pada periode Januari—Mei 2022, Jepang merupakan pasar ekspor produk perikanan kedua terbesar dari Provinsi Sulawesi Utara, setelah Amerika Serikat. Pada periode tersebut, nilai ekspor produk perikanan ke Jepang tercatat sebesar USD 10 juta dengan komoditas utama tuna sirip kuning segar atau beku.

Indonesia Penghasil Produk Perikanan Terbesar Ke dua di Dunia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia terkenal sebagai penghasil produk perikanan terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Berdasarkan Statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada triwulan I 2022 total produksi perikanan Indonesia tercatat sebesar 5,89 juta ton. Nilai ini terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 1,90 juta ton dan perikanan budidaya 3,99 juta ton.

Meskipun pandemi Covid-19 mengganggu perdagangan sebagian besar negara di dunia, permintaan produk perikanan Indonesia terus meningkat.

Indonesia Pengekspor Produk Perikanan Ke 13 di Dunia                                                    
Pada 2021, Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor produk perikanan ke-13 di dunia dan ke-3 di Asia setelah Tiongkok dan Vietnam.

Pada periode Januari hingga Mei 2022, ekspor hasil perikanan ke dunia menunjukkan kinerja yang positif dengan nilai USD 1,78 miliar atau tumbuh 17,97 persen dibandingkan periode yang sama 2021.

Sementara pada 2021, ekspor produk perikanan tercatat sebesar USD 4 miliar, tumbuh 6,92 persen dibandingkan 2020 yang tercatat sebesar USD 3,79 miliar. Adapun negara tujuan utama ekspor produk perikanan Indonesia adalah Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Diversifikasi Olahan Produk Perikanan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat