Kerjasama RI-Belanda Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Indonesia

0
56
kerjasama bilateral
kedua Menteri mengajak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan diskusi yang selenggarakan di ruang perpustakaan gedung Erasmus Huis, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta, 21 Juli 2022 (Foto: Kemdikbudristek)

(Vibizmedia -Nasional) Melalui pertemuan bilateral Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus melakukan kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda.

Kolaborasi ini mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia untuk menemukan solusi menghadapi tantangan global bidang pendidikan.

Dalam pertemuan bilateral ini kedua Menteri  mengajak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan diskusi yang selenggarakan di ruang perpustakaan gedung Erasmus Huis, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta, (21/7).

Diskusi dilakukan dalam suasana akrab dengan membahas tema mengenai bagaimana mentransformasikan pendidikan dan penelitian untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Menteri Nadiem mengawali diskusi dengan menyampaikan kebijakan Merdeka Belajar atau Emancipated Learning. Sebagai contoh, Mendikbudristek mengemukakan program matching fundvisiting scholar program (Praktisi Mengajar), program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Program magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kerjasama Terutama di Bidang Vokasi

Di hadapan para mahasiswa perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bandung, Nadiem  menjelaskan bahwa seluruh kebijakan Merdeka Belajar  adalah  contoh praktik yang diharap bisa berkelanjutan ke depannya. Terlebih lagi diperkuat dengan kedatangan Menteri Dijkgraaf bersama delegasi perguruan tinggi di Belanda untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang terutama vokasi. Saat ini tercatat ada enam perguruan tinggi di Belanda yang telah menerima mahasiswa program IISMA bidang vokasi.

Senada dengan itu, Menteri Dijkgraaf menyampaikan apresiasi atas kebijakan Merdeka Belajar yang dilakukan oleh Kemendikbudristek.

“Sebuah langkah yang berani dimana membebaskan siswa untuk belajar, berpikir kritis karena sejatinya kita harus dapat mendefinisikan apa yang yang menjadi esensi utama dari pendidikan yaitu berdampak di masyarakat,” jelas Dijkgraaf.

Dalam sesi diskusi, salah satu mahasiswa  mengatakan pentingnya memperlengkapi kaum muda dengan pemahaman perihal agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030.

Mahasiswa ini mengharapkan agar kemitraan Indonesia dan Belanda dapat memberikan ruang kesempatan untuk anak muda di kedua negara mendapatkan wawasan ataupun pengetahuan tentang pendidikan untuk kehidupan berkelanjutan (education for sustainable development).

Merespon hal tersebut, Nadiem menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memuat banyak proyek sains untuk siswa jenjang menengah. “Menjadi tantangan tersendiri untuk siswa dalam menjadikan lingkungan tempat dimana kita tinggal menjadi ramah dan berkelanjutan lewat proyek yang dihasilkan,” urai Menteri Nadiem.

Senada dengan itu, Menteri Dijkgraaf menuturkan ada banyak hal yang dapat dilakukan kaum muda dalam menciptakan gaya hidup pendidikan untuk kehidupan berkelanjutan.

Dijkgraaf berpendapat bahwa di usia muda selayaknya  sadar atas permasalahan di lingkungan sekitar serta menciptakan kesempatan dan menyediakan solusi tentang hal tersebut.

Testimoni atas diskusi yang berlangsung turut dibagikan oleh peserta lain, mahasiswa dari jurusan Sastra Rusia, Universitas Indonesia, Jasmine Rizki Sumirat.

“Saya merasa kagum atas pembawaan diskusi dari kedua Menteri dalam suasana santai sehingga tidak terasa dalam waktu yang singkat namun materi yang disampaikan sangat berbobot (insightful),” pungkas Jasmine seraya bersyukur melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dia berkesempatan belajar mata kuliah lain di luar jurusan utamanya yaitu mata kuliah hubungan internasional (international relations).

Hal-hal Strategis Paska Kunjungan

Mengakhiri rangkaian kunjungan bilateral, Menteri Nadiem menekankan hal-hal strategis yang direkomendasikan untuk menjadi prioritas paska kunjungan, yakni:

1) Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin antar perguruan tinggi di Indonesia dengan Belanda khususnya di bidang vokasi;

2) Memastikan peningkatan jumlah universitas penerima mahasiswa program IISMA di Belanda;

3) Mendorong peningkatan kemitraan periset dan penelitian; dan

4) Mengembangkan aktifitas kebudayaan antar negara.

Closing Ceremony KTT Y20: Generasi Muda Miliki Peran Penting Tentukan Masa Depan Bangsa

kerjasama bilateral
Kedua Menteri mengajak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan diskusi yang selenggarakan di ruang perpustakaan gedung Erasmus Huis, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta, 21 Juli 2022 (Foto: Kemendag)