Kominfo Luncurkan Data Science for Kids untuk Siapkan 50 Ribu Orang Data Scientist

0
51
peluncuran pelatihan data scientist
r Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo Hary Budiarto usai meluncurkan Pelatihan Data Science For Kids di ICE DSD, Tangerang, Sabtu 23 Juli 2022 (Foto: Dok Kominfo)

(Vibizmedia – Nasional) Untuk memenuhi kebutuhan industri Indonesia Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyiapkan sebanyak 50 ribu orang data scientist.  Untuk tujuan itu Kominfo menyiapkan  Thematic Academy Program Digital Talent Scholarship, yang akan melatih talenta sejak dini atau pelajar sekolah dasar.

Peluncuran Pelatihan Data Science for Kids

“(Peluncuran pelatihan) Data Science For Kids ini adalah satu bagian untuk bisa menyediakan sebanyak 50 ribu data scientist di seluruh Indonesia, jadi kita melakukan dari berbagai tingkat mulai tingkat dasar yaitu tingkat anak-anak, kemudian tingkat menengah sampai tingkat advance,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo Hary Budiarto usai meluncurkan Pelatihan Data Science For Kids di ICE DSD, Tangerang, Sabtu (23/07/2022).

Pelatihan data science untuk pelajar SD bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang materi-materi data science sejak usia dini.

Hary menjelaskan bahwa yang dituju adalah anak-anak  supaya mereka mendapatkan beberapa hal tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital, khususnya untuk data science. Untuk pelatihan perdana ini ada 120 peserta dari 9 sekolah dengan temadata science, tetapi nantinya akan terus ditingkatkan untuk materi-materi lain atau bidang-bidang lainnya. Ke 120 peserta akan dibagi dalam tiga kelas yang didampingi masing-masing guru. Para siswa akan dikenalkan materi-materi dasar tentang data science yang dapat langsung dipraktikkan.

Memahami Data Science Sejak Dini

Ia menjelaskan bahwa yang diharapkan setelah pelatihan ini adalah anak-anak memahami apa yang dimaksud dengan data science, kemudian mereka bisa menggunakan data science ini untuk keperluan sehari-hari. Artinya, yang ada dalam kehidupan mereka atau pada saat mereka ada di lingkungan sekolah, termasuk juga para guru dan orang tua juga bisa belajar dari pengetahuan yang ada di anak-anak. Sebagai contoh, setiap peserta akan membuat program data science dan coding agar mempunyai bekal pada saat tumbuh dewasa nantinya.

Talenta Digital Tidak mengenal Usia

Hary menjelaskan bahwa ini adalah dasar-dasar dari bagaimana mereka bisa mengenal komputer. Yang lebih penting menurutnya adalah bahwa talenta digital ini tidak mengenal usia. Jadi Kementerian Komunikasi dan Informatika berharap bisa menelurkan berbagai keahlian di bidang teknologi digital seperti AI (Artificial Intelligence), data science, cloud, cyber security pada usia-usia dini.

Memiliki Kecakapan Digital di Era Industri 4.0

Kementerian Kominfo berharap melalui pelatihan data science sejak usia dini, para pelajar akan mampu memiliki kecakapan-kecakapan digital di era industri 4.0. Oleh karena itu, pelatihan tersebut di tahun 2022 menargetkan sebanyak 1000 peserta.

Hary melanjutkan bahwa pelatihan ini hanya sepanjang  lima hari dan ditargetkan akan melatih sebanyak 1000 peserta di tahun 2022. Pada tahun depan akan ditingkatkan lagi, dan diperluas   tema-temanya, tidak hanya data science, tapi bisa juga AI,  IoT (Internet of things), Cyber Security, dan tema-tema coding.

Disiapkan  Memasuki Dunia Pekerjaan Data Scentist

Selain itu pelatihan Data Science juga menyasar pelajar di tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas hingga perguruan tinggi. Untuk pelajar SMA akan diberikan sertifikat dan mahasiswa difasilitasi untuk magang di industri data science.

“Jadi pelajar SMA/SMK yang mereka sudah kita bisa sertifikasi, kemudian mahasiswa dan juga yang akan menempuh program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka), yaitu mahasiswa semester enam kita magangkan sehingga mereka juga ketika lulus bisa langsung memasuki dunia industri untuk masuk ke bidang-bidang pekerjaan data scientis,” jelasnya.

Menurut Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo, pembekalan terhadap pelatihan data science itu perlu disambut baik oleh lingkungan sekolah dan keluarga, terlebih program pelatihan itu melibatkan generasi penerus bangsa.

“Kami dari Kementerian Kominfo berharap bahwa program Data Science for Kids ini betul-betul bisa bermanfaat bagi adik-adik semuanya, bagi para guru dan juga para orang tua agar pemanfaatan teknologi ini bisa kita mulai dari keluarga,” tuturnya.

Pelatihan Digital untuk Mengenal Teknologi Digital Penting bagi Generasi Muda

Kementerian Kominfo tentunya menyiapkan berbagai program pelatihan digital bagi generasi muda karena menjadi bagian penting dalam menentukan kemajuan bangsa Indonesia. Dalam hal ini, aktifitas untuk mengenal ekosistem teknologi digital telah diadopsi oleh kalangan pelajar.

“Contohnya yang paling dekat saat ini belajar melalui online yang merupakan salah satu penggunaan atau pemanfaatan teknologi digital, saya yakin semua adik-adik sudah menggunakan sarana online untuk belajar ketika memasuki waktu jam pelajaran pada saat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Mampu Memiliki Cara Berpikir Kritis dan Kreatif

Untuk mengenalkan generasi penerus bangsa berpikir kritis dan kreatif, Kementerian Kominfo mengajak pihak sekolah dan para orang tua untuk dapat mendampingi para pelajar selama mengikuti pelatihan data science.

“Kami juga berharap agar adik-adik ini bisa memiliki cara berpikir kritis dan kreatif sehingga bisa memecahkan permasalahan dengan cepat dan tepat serta menemukan solusi-solusi berbasiskan pada data. Mari kita jadikan peluncuran ini sebagai spirit bersama untuk bersinergi dalam mencetak talenta digital yang unggul sejak usia dini menuju Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju,” tandasnya.

Peluncuran Pelatihan Data Science For Kids turut dihadiri mitra kerja yakni Chief Operating Officer YCAB Foundation Susi Hermijanto, Vice Precident and Head of Account Management for Financial Institutions Mastercard Indonesia Wibawa Prasetyawan.

Kemudian, hadir dalam sesi diskusi panel Kepala Pusat Litbang Aptika dan IKP Kementerian Kominfo Said Mirza Pahlevi, Head of Project Management YCAB Foundation Amanda Kalangit, dan Data Science Manager Consumer Platform Gojek Ardya Dipta Nandaviri.